Wayang Godhong, Hiburan di Masa Pandemi

Editor: Ivan Aditya

SOLO, KRJOGJA.com – Wayang Godhong dengan judul ‘Singkir Pageblug’ ditampilkan guna menghibur masyarakat yang sudah lama dicekam pandemi Covid 19. Dalam situasi sedih itu mereka buruh media budaya untuk meningkatkan kesadaran produktif dan kreatif agar tetap bertahan selama krisis pandemi.

Wayang Godhong ‘Singkir Pageblug’ merupakan penelitian yang diusulkan Dr Agus Purwantoro MSn dibantu Dyah Yuni Kurniawati SSn MSn dan Yayan Suherlan SSn MSn. Mereka dosen S-1 Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Marer (UNS) Solo.

“Singkir Pagebluk tajuk Wayang Godhong yang merupakan ritual shamanic art dalam masa pandemi Covid-19. Rengeng-rengeng melalui ritual ditujukan untuk self – healing bagi masyarakat dalam menghadapi krisis akibat pandemi,” tutur Agus Purwantoro yang kerap disapa Gus Pur.

Pertunjukan secara daring dan luring di Aula SMK Satya Pratama, Minggu (27/06/2021) lalu. Untuk mematuhi prokes dibatasi 50 anak dari siswa MA An Nawawi Kepil Wonosobo dan siswa SMK Satya Pratama , Salaman, Magelang. Pertunjukan dimulai penampilan Gus Pur yang memainkan gunungan wayang godhong dalam kegelapan yang disinari cahaya lilin.

Pertunjukan berjenis teatrikal ini mengangkat banyak keresahan sosial yang terjadi saat pandemi seperti bosannya pendidikan tanpa pertemuan hingga rutinitas rebahan yang membosankan. Wayang godhong pernah tampil pada gelaran Dies Natalis 39 UNS 2015. Kala itu memainkan lakon ‘Banaspati Nandang Sungkowo’. (Qom)

BERITA REKOMENDASI