Wirausahawan Muda Karanganyar Garap Souvenir Ikonik

Editor: KRjogja/Gus

PARA wirausahawan muda dari gerakan aspirasi muda lawu selangkah lebih maju. Mereka merealisasikan bakat, keahlian serta jejaring mereka yang luas untuk berbisnis. Bukan dagangan pada umumnya yang mereka akan jual. Namun ikon-ikon karanganyar yang biasanya ramai dikunjungi dan menarik minat wisatawan.

Ada candi ceto di Desa Gumeng Jenawi yang diaplikasikan ke sebidang kaus. Lalu pesona Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Corak-corak nya didesain lalu dicetak Kaos Oblong Karanganyar (KoK). Konsep kaos bercetak ikon kabupaten karanganyar sudah lebih dulu lahir sebelum merk KoK. Baru kemudian para kreatornya mengenalkan, memasarkan serta membangun jejaring penjualannya. Selain menonjolkan ikon Bumi Intanpari di penampakan kausnya, KoK juga mencetak tulisan bernada moral.

“KoK adalah buah pemikiran yang sudah lama kami diskusikan. Ingin ada oleh-oleh khas Karanganyar yang bisa dibeli dengan mudah dan harga terjangkau. Ada yang mengklaim suvenir khas Karanganyar itu kuliner. Ada yang bilang itu timus isi. Tapi di Karanganyar enggak ada yang jual. Jika ada pun, belum banyak yang tahu. Maka ingin mengenalkan ada suvenir khas Karanganyar, yakni KoK. Didapat langsung ke outlet di Bejen Karanganyar maupun order secara daring,” kata Manager KoK, Erwin Setumbu kepada KR, Rabu (19/5).

Erwin bersama kawan-kawan menyulap ruang tamu bengkel sablon menjadi outlet KoK. Koleksi yang dipamerkan merupakan produksi mandiri mulai kaus polosan sampai sablonan. Awalnya, bahan dipesan dari suplier berupa lembaran kaus. Lalu dijahit, bordir dan disablon sesuai selera. Manajemen beruntung mendapat perhatian dari legislator Kabupaten Karanganyar yang menyumbang mesin sablon.

Erwin dibantu Handoko mengelola manajemen ini. Handoko lebih berperan di produksi sedangkan Erwin di pemasarannya. “Satu alur produksi bisa dikerjakan 5-10 orang. Di bagian jahit dan bordir serta sablon,” kata Handoko.

BERITA REKOMENDASI