WN Korea Perkarakan Pengusaha Real Estate Solo

SOLO, KRJOGJA.com – Beberapa warga Korea merasa tertipu dengan ulah oknum pengusaha real estate asal Solo, An. Modusnya beberapa warga Korea ditawari properti apartemen. Namun setelah menyetor uang sekitar Rp 1,8 miliar , lokasi apartemen belum dibangun dan terbengkalai padahal uang pembelian apartemen tidak bisa ditarik  kembali. 

Peristiwa yang terjadi di tahun 2015 tersebut, saat ini sedang dalam proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (17/10/2017). Kasus berawal  saat warga Korea bernama Yun Tae Kim yang sering dipanggil  Mr. Kim tertarik dengan apartemen yang ditawarkan oleh terlapor, An dalam sebuah pameran real estate di Solo Paragon Mall pada 2015 silam. Waktu itu, Mr. Kim tertarik dengan sebuah apartemen yang berada di Kawasan Sinduharjo, Sleman, Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, Mr. Kim menyerahkan sejumlah uang kepada An untuk mendapatkan apartemen yang dia inginkan.

"Klien saya menyetor uang senilai Rp 481 juta karena menilai lokasi apartemen yang dia beli dapat mendatangkan keuntungan. Setelah melunasi uang tersebut, dia juga mengajak lima rekannya yang lain yang juga warga Korea untuk ikut membeli. Total uang yang telah diserahkan kepada terlapor (An-Red) senilai Rp1,8 miliar,” terang pengacara pelapor, Zaenal Mustofa saat ditemui wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (17/10/17) .

Setahun berlalu, kata Zaenal, Mr Kim mendapat informasi kalau apartemen yang dipesan tidak kunjung dibangun.  Hingga tahun 2016 apartemen juga belum segera dibangun. Bahkan, saat kliennnya menyambangi lokasi pembangunan apartemen di Sleman, Yogyakarta sempat terkejut, karena 'apartemen' masih berupa lahan kosong dan belum ada aktifitas pembangunan sama sekali. Padahal, terlapor sudah berjanji akan segera mengerjakan setelah proses pembayaran itu lunas.

Melihat hal tersebut, Mr Kim melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib dengan nomor laporan No STTLP 222/ X /2016/ SPKT II. Hingga akhirnya, kasus tersebut lolos di tingkat Kepolisian,Polresta Solo dan Kejaksaan  Negeri (Kejari) Solo . Hingga Oktober ini , proses sidang mulai berjalan di PN Solo.  

"Yang membuat saya heran, kenapa yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dan masih melenggang bebas. Bahkan, hingga proses persidangan digelar sekalipun.  ” ujar  Zaenal.

Dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Agus Iskandar tersebut, Selasa (17/10/2017) masih dalam tahap pemeriksaan para saksi setelah sebelumnya mendengarkan dari kesaksian pelapor, Mr Kim. (Hwa).

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI