Wolbachia Hentikan Aedes Aegypti Pembawa Demam Berdarah

Editor: Ivan Aditya

SOLO (KRjogja.com) – Setelah nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia dinilai berhasil menekan angka demam berdarah dengau (DBD) di empat wilayah di Kabupaten Sleman dan Bantul, kini telur nyamuk giliran akan dikembangkan di Kota Yogyakarta.

"Mulai Agustus 2016 secara bertahap kami akan menitipkan telur nyamuk kepada warga Yogyakarta. Yang pertama di kalurahan Kricak," jelas Prof Adi Utarini, peneliti Eliminate Dengue Projeck (EDP) Yogya di tengah peringatan Harteknas ke 21 di Solo, Selasa (09/08/2016).

Telur nyamuk ini akan berkembang dan menjadi nyamuk dewasa dan kawin dengan nyamuk setempat, kemudian menghasilkan nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia. Dalam kurun waktu tertentu sebagian besar nyamuk Aedes aegypti yang ada di kota Yogya akan mengandung Wolbachia. "Dengan nyamuk ber-Wolbachia, virus dengue tidak dapat ditularkan kepada manusia," ungkapnya.

Adi Utarini menyatakan, Wolbachia menjadi metode yang aman dan ramah lingkungan, efisien dan berkelanjutan. Bila di sebagian besar nyamuk di suatu wilayah sudah memiliki Wolbachia, maka metode ini tidak perlu diaplikasikan ulang. Nyamuk ber-Wolbachia akan berkembang biak alami pada populasi nyamuk Aedes aegypti. "EDP Yogya selanjutkan akan melakukan pengamatan populasi nyamuk, kasus DBD dan pemantauan sosial kemanusian selama dan sesudah periode pelepasan telur," jelasnya.

Yogya dipilih karena tingginya angka kejadian DBD, kepadatan penduduk yang tinggi dan nyamuk Aedes aegypti ditemukan sepanjang tahun di seluruh kalurahan. Pada paruh pertama 2016 Dinas Kesehatan Kota mencatat kejadian DBD per Juni mencapai 623, sementara periode Januari-Desember 2015 mencapai 943 orang.

Ditambahkan, terkait dengan Wolbachia, pada Maret 2016 The World Healt Organisation (HWO) mengeluarkan pernyataan bahwa Wolbachia merupakan teknologi baru yang menjanjikan untuk menekan replikasi virus dengue, chikungunya dan zika dalam tubuh Aedes Aegypti dan merekomendasikan untuk melakukan studi lebih lanjut di negara negara endemis DBD. (Qom)

BERITA REKOMENDASI