Wonogiri Belum Akan Terapkan New Normal

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Pemkab Wonogiri belum akan menerapkan New Normal seperti kriteria pemerintah pusat dalam hal ini Bappenas dan WHO. Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyebutkan jika Wonogiri mengajukan new normal sekarang dikhawatirkan akan menimbulkan eforia masyarakat sehingga kasus positif Covid di daerah itu meningkat atau tinggi lagi.

Hal tersebut dikemukakan bupati saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) evaluasi penanganan Covid 19 khususnya rencana persiapan penerapan New Normal. Rakor juga melibatkan unsur Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 Wonogiri, Forkopimda dan kalangan OPD setempat.

Menurut Bupati Joko, gara-gara isu New Normal sudah dilakukan di sejumlah kota sudah banyak warga Wonogiri yang latah minta segera menikmati new normal. “Di WA (WhatsApp) saya sudah banyak warga yang minta dilakukan pertemuan massa layaknya new normal, namun kita tegaskan bahwa Wonogiri belum akan menerapkan tatanan baru,” kata bupati, Rabu (03/06/2020).

Pihaknya minta sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Wonogiri mampu membuat kajian yang rinci kepadanya untuk mematangkan persiapan berlakunya New Normal di Kabupaten Wonogiri. “Misalnya Dinas P dan K bagaimana hasil pantauan atas kebijakan belajar di rumah, efektif tidakkah, berapa persen siswa yang aktif?” kata bupati.

Dalam rakor yang digelar di ruang Kahyangan Setda setempat juga diputuskan objek wisata WGM Wonogiri belum dibuka untuk wisatawan kendati banyak yang menghendaki. “Tidak masalah kita kehilangan PAD Rp 5 miliar lebih ketimbang nanti memunculkan kasus (Corona) baru,” tandasnya.

Terkait penyerapan dana di GTPP Covid-19 Wonogiri, orang nomor satu di Pemkab itu mengaku dari Rp 110 M yang disiapkan Wonogiri baru terserap 0,34 persen saja. Dia menilai, serapan itu masih sangat rendah sehingga diputuskan dinas terkait dalam pandemi Covid ini diminta membuat perencanaan yang lebih matang agar tidak ada warga terdampak yang terabaikan. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI