Wonogiri HUT Ke-280, Bupati : Tetap Berjuang Ditengah Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

KABUPATEN Wonogiri Rabu (19/5) hari ini genap berusia 280 tahun. Ini hari jadi kedua kalinya sejak pandemi Covid 19 sehingga Pemkab Wonogiri tidak akan melakukan peringatan hari jadi yang terkesan hura-hura dan boros. Bahkan Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam wawancara dengan KR di rumah tinggalnya Desa Jaten Kecamatan Selogiri menandaskan karena masih dalam situasi pandemi sejumlah agenda peringatan hri jadi ditiadakan pihak panitia.

“Tidak etis kita mau memeriahkan ini (hari jadi Wonogiri) wong

kita masih diliputi keprihatinan karena pandemi Covid 19,” ujar pria yang akrab disapa Mas Jekek, Selasa (18/5).

Beberapa rangkaian acara yang tidak digelar dalam rangka HUT Ke 280 Kabupaten Wonogiri, kata dia, ziarah ke makam Giribangun Mengadeg Karanganyar, ziarah ke makam Bupati Wonogiri pertama di Nguntoronadi serta Rapat Paripurna lstimewa antara legeslatif dengan eksekutif (birokrasi) di pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Sejumlah agenda akan dipadatkan dalam satu hari saja yakni deklarasi hari jadi dengan upacara bendera dilanjutkan dengan kultur budaya ditandai potong tumpeng ditutup dengan kultur keagamaan melalui doa bersama antarumat beragama.

“Itu diadakan satu hari Rabu (20/5) besuk, tidak ada karangan bunga segalalah,” tandas Jekek yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Wonogiri.

Menjawab pertanyaan KR tantangan terberat memasuki usia 280 Tahun Wonogiri, bupati tidak menepis dampak pandemi Covid 19 angka orang miskin di kabupaten berpenduduk 1,1 juta jiwa ini bertambah sekitar 0,01 persen. Sebagai kepala daerah dan pasangannya Wakil Bupati Setyo Sukarno, Bupati Jekek mengajak jajaran birokrasi atau OPD, anggota DPRD maupun elemen masyarakatnya untuk mengamankan dan menjalankan visi-misi bupati Wonogiri yang maju, mandiri dan sejahtera dengan semangat juang Pengeran Sambernyawa atau RM Said melalui ‘sesanti’ Nyawiji Sesarengan mBangun Wonogiri.

BERITA REKOMENDASI