Wonogiri Tambah 8.750 Tabung Gas Melon

Editor: Ivan Aditya

WONOGIRI, KRJOGJA.com – Mengantisipasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag – UMKM) Wonogiri bersama Pertamina menambah pasokan gas 3 kg itu. Selain itu, angka pangkalan distributor  gas bersubsidi ditambah agar pengiriman ke tingkat konsumen lebih cepat atau dekat.

"Sampai saat belum ada laporan ada kelangkaan karena jumlah pangkalan kita perbanyak semula hanya 300-400 unit kini ada sekitar 890 pangkalan," ungkap Kepala Diskoperindag-UMKM Wonogiri Ir Guruh Santoso MM, Senin (11/12/2017).

Menurut dia, menjelang libur panjang Natal dan tahun baru dipastikan angka kebutuhan konsumen gas melon di daerah Wonogiri naik drastis seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun hal itu sudah diantisipasi Guruh dengan mengajukan permintaan agar jatah pasokan atau kuota ditambah. "Maka khusus Desember ini kuota gas 3 kg sudah ditambah 8.750 tabung," lanjut dia.

Disebutkan, menyusul penambahan pangkalan gas bersubsidi hingga hampir 900 tempat, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengeluarkan larangan setiap pengusaha (pangkalan) maksimal hanya boleh menjual 2.000 tabung perbulan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500. Sebab, papar Guruh, sebelumnya terjadi monopoli satu pangkalan gas di daerahnya dalam satu bulan bisa menjual hingga 7.000 tabung.

Kepala Diskoperindag-UMKM Wonogiri menjelaskan, kuota daerahnya selama tahun 2017 sebesar 19.974 MT (metrix ton) atau sebanyak 5.786.474 tabung. "Tahun depan nanti (2018) kita sudah mengajukan penambahan kuota untuk Wonogiri sebesar 23.969 MT," kata Guruh. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI