Yakin Menang di Solo, PDI-P Tak Tertarik Kampanye Terbuka

SOLO, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) tak tertarik dengan model kampanye terbuka untuk memenangkan pasangan Ganjar Pranowo – Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni depan. Sebaliknya, kampanye tertutup dengan memanfaatkan momentum pertemuan hingga basis akar rumput, serta melibatkan kader internal partai, dinilai jauh lebih efektif untuk mendulang suara.

Menjawab wartawan di kantornya, Kamis (11/1/2018), Ketua DPC PDI-P Solo, FX Hadi Rudyatmo menyebutkan, dalam beberapa pesta demokrasi, seperti Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) beberapa waktu lalu, Pemilihan Legislatif (PIleg), Pilgub Jateng tahun 2013, dan sebagainya, DPC PDI-P Solo sudah meninggalkan model kampanye terbuka. Selain berbiaya besar, model kampanye terbuka membawa berbagai dampak, seperti gangguan arus lalu lintas, berpotensi menimbulkan kerawanan. Lain halnya dengan kampanye tertutup, selain lebih efektif menjaring suara, juga aspek pendidikan politik kepada rakyat jauh lebih mengena.

Pada musim kampanye Pilgub Jateng nanti, tambah pria yang akrab disapa Rudy, DPC PDI-P Solo tetap mengandalkan kampanye tertutup, dan semaksimal mungkin menghindari kampanye terbuka di lapangan dengan mendatangkan ribuan massa. Banyak momentum dapat dimanfaatkan untuk menggelar kampanye tertutup, seperti pertemuan kader, pembekalan saksi, regu penggerak pemilih (guralih), komunitas moncong putih, dan lain-lain.

Menjawab pertanyaan tentang upaya meraih suara di laur kader PDI-P, Rudy menyebutkan, perlu dikoordinasikan dengan pimpinan Partai Politik (Parpol) pengusung dan pendukung pasangan Ganjar – Gus Yasin, masing-masing Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nasdem, Partai Demokrat, serta Golkar. Jika parpol pengusung dan pendukung mampu mengamankan kader masing-masing bagi pasangan Ganjar – Gus Yasin, diyakininya perolehan suara untuk wilayah Solo sudah dapat diprediksikan.

Dengan merujuk perolehan suara PDI-P dalam Pileg lalu, minimal perolehan suara Ganjar – Gus Yasin di wilayah Solo sekitar 54 persen. "Itu baru suara dari PDI-P, belum lagi suara dari kader parpol pengusung dan pendukung," ujarnya sembari menyebut, hingga kini pihaknya belum berkoordinasi secara intens dengan parpol pengusung dan pendukung pasangan Ganjar – Gus yasin. (Hut)

BERITA REKOMENDASI