Yuni Sukowati Balik ke ‘Kandang Banteng’

SRAGEN, KRJOGJA.com – Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan manuver politik dengan mengajukan pengampunan atau rehabilitasi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Bupati yang pada Pilbup lalu maju lewat Partai Gerindra ini berniat balik kucing kembali menjadi kader PDI Perjuangan.

Permohonan rehabilitasi ini telah diajukan saat Kongres PDI Perjuangan di Bali beberapa waktu lalu setelah sebelumnya mengajukan pengunduran diri sebagai kader Partai Gerindra. Namun hingga kini permohonan rehabilitasi tersebut masih belum bisa disetujui mengingat Yuni saat ini masih menunaikan ibadah Haji.

BACA JUGA :

Pemilihan Pimpinan MPR, PDIP Tolak Sistem Voting

PDIP Duduki 17 Kursi DPRD DIY

 

Seperti diketahui, Yuni sebelumnya tercatat sebagai kader PDIP saat menjabat Ketua DPRD 2009 dan maju Pilbup Sragen 2011 lewat PDIP. Saat itu, Yuni kalah Pilbup dan sempat vakum di dunia politik. Tapi kemudian pada 2016 kembali maju Pilbup lewat Partai Gerindra dan menang, hingga kemudian dipecat dari PDIP. 

Dalam perjalanannya, Yuni sempat beberapa kali tidak sejalan dengan Partai Gerindra. Seperti saat Pilpres lalu dimana dia memilih mendukung pasangan Jokowi-Amin. Kondisi itulah yang membuat dirinya mantap mundur dari Gerindra dan balik ke PDIP. 

"Jadi surat permohonan rehabilitasi itu sudah disampaikan saat Kongres PDIP di Bali beberapa waktu lalu," ujar Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno Kamis (15/8).

Menurut Suparno, permohonan rehabilitasi atau pemutihan itu sudah melalui proses sidang oleh tim dewan kehormatan partai saat kongres di Bali. Namun saat sidang, Yuni tak bisa hadir lantaran sedang menunaikan ibadah haji. Yang hadir dalam sidang rehabilitasi adalah dirinya bersama Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto. 
"Syarat pemutihan atau rehabilitasi memang yang bersangkutan wajib hadir di sidang. Tapi karena yang bersangkutan sedang naik haji, makanya nanti setelah pulang dari haji diminta menghadap ke DPP (PDIP)," jelasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI