Yusuf Mansur: Tahfizul Quran Solusi Atasi Kebodohan dan Kemiskinan

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Pendidikan di pondok pesantren tahfizul quran diyakini solusi problem kebodohan dan kemiskinan yang masih menjerat Indonesia. Selain menghafal ayat suci, santri mengikuti pendidikan vokasi.

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok pesantren Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur dalam sambutannya di acara pembangunan masjid Daarul Quran Putra Soloraya, Desa Paulan Colomadu Karanganyar, Senin (10/1).

Ustaz kharismatik ini memiliki program 10 anak tiap desa dijadikan santri. Kemudian diberi pendidikan sampai lulus sarjana. Dengan 78 ribu lebih desa di Indonesia, maka bisa mencetak kurang lebih sejuta sarjana penghafal alquran.
“Program ini ditarget selesai 10 tahun. Akan ada 1 juta sarjana,” katanya.

Diharapkan, para sarjana tersebut bersertifikasi ilmu terapan. Ponpes Daarul Quran di seluruh Indonesia didorong membuka politeknik dengan aplikasi kerja riil. Ia menyebut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan siap melegalisasinya.

“Kebodohan dan kemiskinan harus dihadapi. Jawabannya ilmu. Mas Nadiem (Menteri Pendidikan) ada kebijakan yang membawa angin segar bagi Daarul Quran membuka perguruan tinggi,” katanya.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Yayasan Daarul Quran Surakarta, Adib Ajiputra mengatakan memiliki 1.500 santriwan dan santriwati di Soloraya. Untuk pesantrennya di Paulan sebanyak 700 santri.

“Sekarang mulai membangun masjid untuk pondok putra. Lahan 600 meter persegi. Akan dibangun Dua lantai berkapasitas 700 jemaah. Dibangun 8 bulan dengan anggaran Rp3,3 miliar. Dana baru tersedia Rp2,3 miliar,” katanya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI