Zidan Tewas Terseret Arus Sungai Jumog

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang bocah asal Jumog Rt 02/Rw VIII Jaten, Javier Zidan (10) ditemukan sudah meninggal dunia usai terhanyut di saluran irigasi. Ia terbawa arus sejauh 700 meter dari lokasi.

Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Arief Sugiarto mengatakan mayat Zidan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Tubuh bocah tersebut mengambang bersama sampah dedaunan dan sebagainya di saluran irigasi.

“Pada Rabu (06/01/2021) pukul 05.40 WIB, subyek ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Langsung dibawa ke rumah duka,” kata Arief kepada wartawan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (05/01/2021) pukul 14.40 WIB. Saat itu, Zidan bersama Andre dan tiga bocah lain berniat mandi di saluran irigasi Jumog. Namun hanya Andre dan Zidan yang menceburkan dirinya sedangkan tiga lainnya menyusul.

Hujan deras membuat air sungai meluap dan arusnya deras. Sebuah batang kayu yang terbawa arus menghantam tubuh keduanya sampai limbung.

Andre berhasil diselamatkan oleh teman-temannya meski sempat terseret 300 meter dari lokasi mandi. Sayangnya Zidan tak bisa diraih. Tubuhnya makin terempas, seakan ditelan timbunan sampah berlumpur.

Koordinator SAR Surakarta, Arif Sugiyarto mengatakan para sukarelawan dikerahkan menyisir aliran Sungai Jumog dalam pencarian Zidan. Sebanyak 37 personel terbagi di tiga tim search and rescue unit (SRU). Sedangkan regu lain bersiaga di pos pantau Sawahan dan Ngamban. “Penyusuran awal dilakukan dengan pemantauan hingga radius 5 kilometer,” katanya.

Pencarian tim Basarnas dimulai pukul 19.15 WIB. Penyisiran di malam hari itu memakai peralatan lampu sorot, perahu karet dan sebagainya. Tiga SRU yang menyisir mengandalkan regu selam dan koordinasi dari dua pos pantau di pintu air Sawahan dan Jembatan Ngamban. (Lim)

BERITA REKOMENDASI