Balon Wawali Solo : Ajaran Gus Dur Multi Kultur Cocok di Solo

SOLO, KRJOGJA.com – Ajaran toleransi dan multi kultur dari KH. Abdurrahman Wahid lebih dikenal Gus Dur cocok diterapkan di kota Solo yang warganya dikenal heterogen.

“Iya di kota Solo yang warganya heterogen butuh ajaran Gus Dur yang mengakomodir realitas multikulturalisme. Semangat ke Bhinekaan Tunggal Ika yang diterapkan dalam kehidupan sehari – hari secara kongrit menjadikan warga Solo yang memiliki latar belakang keragaman budaya, suku dan agama, namun bisa hidup berdampingan dengan harmoni dalam damai,” ujar Calon Wakil Walikota Solo Razali Ismail Ubit ketika hadir dalam acara haul ke -10 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Njejekke Saka Guru Nusantara di
Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta, Jumat (7/2/2020).

Acara haul dimeriahkan dengan bedah buku berjudul “Menjerat Gus Dur”.
Acara Bedah Buku “Menjerat Gus Dur” dengan pembicara:  Virdika Rizky Utomo (Penulis Buku “Menjerat Gus
Dur”) .

Razali Ismail Ubit yang mengaku sebagai kader Nahdatul Ulama (NU) sempat mengapresiasi munculnya buku-buku tentang Gus Dur seperti buku ” Menjerat Gus Dur” yang dikarang oleh generasi milenial sejahrawan muda seperti Virdika Rizky Utomo. “Gus Dur tokoh pembaharu. Di era Gus Dur sebagai presiden , budaya Imlek dan Cap Go Meh juga tarian Liong Barongsai yang sebelumnya sempat bersembunyi boleh ditampilkan di depan umum. Hal itu menambah khazanah budaya Indonesia,” ujar Razali Ismail Ubit .

Razali yang disebut-sebut cocok sebagai pendamping putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Bahkan saat mendaftar di Panti Marhaen DPD PDIP Jawa Tengah sebagai calon Walikota Solo ,Gibran duduk semeja dengan Razali yang mendaftar sebagai bakal calon Wakil Walikota Solo.

“Ya kita menunggu siapa yang bakal mendapat rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri. Siapapun yang mendapat rekomendasi dari Ibu Mega harus didukung,” paparnya.

Menyinggung pembangunan kota Solo, Razali Ismail Ubit mengatakan perlu diperbanyak event- event budaya untuk menggiatkan pariwisata di kota Solo. ” Saya memiliki visi untuk meningkatkan kesejahteraan anak muda, membuka lapangan kerja bagi mereka serta membangun museum budaya untuk meningkatkan jumlah wisatawan baik nusantara maupun mancanegara untuk berkunjung dan bermalam di Solo,”pungkasnya.(Hwa)

BERITA TERKAIT