Begini Maksud Pemangkasan Tanaman Peneduh di Pusat Kota

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemangkasan pohon peneduh wilayah perkotaan mendesak dilakukan sebelum jatuh korban akibat tertimba ranting, dahan atau malah seluruh tanamannya. Titik rawan di kawasan PKL mangkal, yakni Taman Pancasila dan Alun-alun kota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR) Edy Sriyatno mengatakan, pohon peneduh di sepanjang ruas Jalan Lawu, kawasan Alun-Alun Karanganyar dan Taman Pancasila jadi fokus dalam kegiatan pemangkasan. Jumlahnya tidak banyak, namun cukup membahayakan karena terlalu rimbun dan membahayakan PKL, pengunjung kawasan maupun pengguna jalan akibat cuaca buruk.

“Apalagi di musim hujan, tumbuhnya subur. Daunnya jadi cepat rimbun. Kalau dibiarkan tanpa pemangkasan, takutnya roboh atau patah ketika ada angin kencang. Pengguna jalan bisa menjadi korban. Makanya diantisipasi,” katanya, di sela memantau pemangkasan pohon di kawasan Taman Pancasila, Kamis sore (6/2).

Pemangkasan itu juga untuk mengendalikan pertumbuhan akar. “Kalau ranting dan daun dipangkas, akar juga pertumbuhannya terkendali. Tidak sampai menjalar ke mana-mana. Aspal jalan jadi aman, tidak rusak dijebol akar,” tuturnya.

Dikatakannya, jenis pohon peneduh jalan yang ditanam saat ini mayoritas adalah angsana. Meski usianya rata-rata sudah 25 tahunan, namun masih subur.

“Tiap hari, dua tim bergerak untuk melakukan pemangkasan daun dan ranting pohon peneduh. Biar tidak terlalu rimbun, pengguna jalan juga aman karena kekhawatiran tertimpa ranting yang patah diminimalisasi,” imbuhnya.

Petugas Dishub juga membantu merapikan dahan pohon turus jalan di Jalan Lawu. Mereka memotong dahan pohon menggunakan alat bantu skywalker dan gergaji mesin. Skywalker untuk menjangkau dahan pohon yang tinggi dan tidak dapat dijangkau tanpa alat bantu.

“Rutin ini. Kami cek pohon turus jalan yang menutupi rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum. Kami prioritas di wilayah jalan kota. Kalau wilayah yang di luar, tanggung jawab DPU dan Bina Marga Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala Dishub Karanganyar, Sundoro.

Sundoro menjelaskan kegiatan merapikan dan memangkas dahan pohon juga mengantisipasi dampak angin kencang dan hujan lebat.

“Selain supaya penerangan jalan dan rambu-rambu nampak oleh pengendara. Itu untuk mengantisipasi kerawanan pohon tumbang. Supaya kalau hujan angin mengurangi dampak bencana,” ungkap dia. (Lim)

BERITA TERKAIT