Direstui NU, Kasultanan Pajang adakan Haul Joko Tingkir ke-438

SOLO,KRJOGJA.com –  Kraton Kasultanan Pajang bersama dengan warga Nahdliyyin dan masyarakat, menggelar Haul pendiri kraton Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet (bergelar Sultan Hadiwijaya) ke-438.

Peringatan wafatnya Sultan Hadiwijaya yang memerintah tahun 1549-1582 itu sekaligus untuk membuktikan kegiatan Kraton Kasultanan Pajang merupakan lembaga adat sah dan resmi. Kegiatan budaya dan keagamaan ini direstui oleh Pengurus PB Nahdatul Ulama (NU).

Panembahan Agung ( PA) Dr H. Andi Budi Sulistijanto, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya NU (Lakpesdam NU) didampingi Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV , Sabtu (8/2/2020) kepada wartawan di petilasan Kraton Pajang di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo mengatakan Kasultanan Pajang saat mempersiapkan Haul Joko Tingkir ke-438 yang digelar oleh Kraton Kasultanan Pajang sudah mendapat restu ketua PB NU Kyai Haji Said Agil Siraj.

Panembahan Agung ( PA) Dr H. Andi Budi Sulistijanto, Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya NU (Lakpesdam NU) yang kini menjadi konsultan dan penasehat Kraton Kasultanan Pajang, mengatakan, kegiatan yang dilakukan selama ini sebagai wujud sinergitas pengembangan budaya dan keagamaan.

“Antara Nahdatul Ulama dan Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV, memiliki visi sama akan mengembangkan kraton Kasultanan Pajang sebagai pusat pengembangan budaya. Hal ini penting untuk menjaga peradaban dan kokohnya NKRI,” papar Dr Andi.

Doktor Andi menyebut Kesultanan Kraton Pajang memiliki visi dan misi nguri uri budaya atau melestarikan budaya sekaligus untuk napak tilas kebesaran kerajaan Islam Pajang jaman dulu. “Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya adalah raja pertama Kerajaan Pajang, yang sudah beragama Islam, jadi tepat bila diangkat sebagai tokoh muslim yang diperingati dengan haul,” katanya.

Ditambahkan oleh Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV, Haul Joko Tingkir menjadi agenda tahunan Kraton Kesultanan Pajang, bakal digelar pada Minggu (9/2/2020). Acara dipusatkan di Masjid Surojiwan yang ada di komplek Kraton Pajang. “Haul bakal dihadiri 300 warga Nahdliyyin, anak pondok pesantren, kalangan pemerintah, masyarakat dan budayawan,” papar Sultan Hadiwijaya.

Acara utama berupa salawatan bersama anak Pondok pesantren Ad-Dhuha. Dilanjutkan ziarah ke Makam Joko Tingkir di desa Butuh, Plupuh, Sragen.
“Kami berharap kegiatan budaya ini bisa menjadi bagian agenda budaya tahunan di Sukoharjo. Memberikan sumbangsih Sukoharjo sebagai kota seni, budaya dan pariwisata,” papar Sultan Hadiwijaya Khalifatullah IV. (Hwa)

BERITA TERKAIT