Diingatkan Tak Perlu Joki, Lansia di Kota Yogya Mulai “Dibooster” Vaksin Covid-19

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga lanjut usia (lansia) di Kota Yogyakarta mulai mendapatkan suntikan booster Vaksin Covid-19, Senin (17/1/2022). Vaksinasi dilakukan untuk memastikan warga rentan di Kota Yogyakarta bisa terlindungi, terlebih dengan mulai merebaknya virus mutasi Omicron.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, membuka secara langsung di Balaikota Yogyakarta dan ditayangkan secara daring di lokasi lain. Secara bersamaan juga dilaksanakan vaksinasi lansia di SLB Pembina dan Monumen Diponegoro juga 13 rumah sakit di Kota Yogyakarta.

Haryadi mengungkap, secara keseluruhan lansia di Kota Yogyakarta sebanyak 57.240 jiwa atau 13,8 persen dari total penduduk Kota Yogyakarta. Angka harapan hidup warga laki-laki di Kota Yogyakarta mencapai 74 tahun dan untuk perempuan 76 tahun.

“Kalau ada yang meninggal di bawah 74 kita harus melihat ada persoalan apa. Inilah yang membuat pemerintah berkomitmen memberikan booster vaksinasi untuk lansia, karena pemerintah bertanggungjawab untuk memastikan masyarakat sampai pada angka harapan hidup. Vaksinasi kita selesai Oktober 2021 dan akhir Desember lalu tuntas dosis kedua. Saat ini kita mulai vaksinasi booster atau dosis ketiga. Setelah kickoff ini akan disediakan di semua puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta. Nantinya akan lebih mudah harapannya mengakses vaksinasi,” ungkap Haryadi.

Dalam kesempatan tersebut Haryadi juga meningatkan warga lansia Kota Yogyakarta untuk hadir secara pribadi dan jujur dalam vaksinasi dosis ketiga. Apalagi, isu joki vaksin muncul beberapa waktu terakhir, dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggungjawab enggan vaksin namun hanya mengincar status vaksinasi saja.

“Jangan mau dan jangan sampai ada joki vaksin. Sekarang ini beredar di manapun, jangan sampai ada di Kota Yogyakarta. Kita ingin memastikan warga lebih aman, terlebih dengan merebaknya Omicron, meski di Kota Yogyakarta belum ada kasusnya ya. Jangan sampai ada, orang yang cuma mengincar sertifikatnya saja tapi tidak mau vaksin,” pungkas dia.

BERITA REKOMENDASI