Diinstruksikan Sultan, Taru Martani Ikut Jaga Stabilitas Pangan DIY

YOGYA, KRJogja.com – Sebagai salah satu BUMD, PT Taru Martani mendapat penugasan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk ikut mengelola cadangan pangan DIY. Penugasan Gubernur tersebut sesuai amanat Perda DIY Nomor 4 Tahun 2018, tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan khususnya pasal (11) ayat 2 bahwa dalam penyelenggaraan cadangan pangan ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bekerja sama dengan BUMN dan/atau BUMD.

Tugas ini telah dilaksanakan dengan baik. Dengan mengembangkan usaha bidang pertanian, Taru Martani membangun kemitraan dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi).

Data terakhir, jumlah cadangan beras yang dikelola Taru Martani sudah sebanyak 375 ton beras. Cadangan tersebut kemudian ditempatkan di sejumlah gudang mitra usaha. Dalam pengelolaan beras ini, Taru Martani mendapat pemasukan.

Direktur Taru Martani, Drs Nur Achmad Affandi MBA dari ikut mengelola cadangan pangan, pihaknya juga diajak untuk membantu membina petani padi, sehingga kualitas produksi padinya bisa lebih baik. Termasuk diantaranya penyediaan benih padi.

Menurut Nur Achmad Affandi, Jumat (27/5/2022),  Tarumartani sebelum melaksanakan tugas Gubernur tersebut, sudah memetakan permasalahan yang terjadi dalam industri pangan DIY. Jadi bila diberi kepercayaan pihaknya sudah tidak canggung apalagi kaget dalam mengelola.

“Dari on farm-nya harus ada pembenahan di mana petani harus mendapat bibit dan pupuk yang berkualitas. Lalu setelah itu, bagaimana hasil pertanian itu mendapatkan pasar. Karena itu Tarumartani telah siap untuk memaksimalkan industri pangan dari hulu ke hilir, terlebih DIY punya semua komponennya mulai sawah sampai pasarnya ada,” ujarnya. (Jon)

BERITA REKOMENDASI