Wisata Religi Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Dzikro

user
Ary B Prass 27 Juni 2022, 04:07 WIB
untitled

KUDUS, KRJOGJA.com - Anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Dzikro Manggung, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Sabtu (25/06/2022) melakukan wisata religi ke Makam Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Masjid Agung Demak.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengisi kegiatan masa liburan sekolah dan menambah tingkat keimanan-ketaqwaan anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Dzikro.

Selain itu, kunjungan juga bertujuan agar-agar anak-agar mengetahui dan memahami sebagian peninggalan para wali yang tergabung dalam Wali Sanga.

Ketua Yayasan Al-Dzikro sekaligus penanggungjawab kegiatan Iptu Wasito SH MH, Minggu (26/06/2022) menyampaikan wisata religi yang dilakukan kali ini sebagai 'penebus' setelah dua tahun lebih kegiatan panti asuhan vakum lantaran adanya pandemi Covid-19.

Selama melakukan wisata religi di tempat-tempat peninggalan para wali, tetap diberlakukan protokol kesehatan (prokes) dengan tujuan agar tidak terjadi penyebaran virus korona.

"Kita Tidak mau ada kejadian setelah melakukan wisata religi, anak-anak tertular virus korona," kata Wasito.

Kunjungan pertama dilakukan di Makam Sunan Kudus yang merupakan salah satu ulama penyebab agama Islam di Jawa khususnya, Indonesia umumnya.

Sunan Kudus bernama lengkap Ja'far Shodiq (putra Sayyid Utsman Haji dengan Siti Syari'ah (putri Sunan Ampel) tergabung dalam dewan dakwah bernama Wali Sanga.

Pada tahun 1530 Sunan Kudus mendirikan masjid di Desa Kerjasan yang saat ini dikenal dengan nama Masjid Agung Kudus.

Anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Dzikro menyempatkan diri mempelajari riwayat kehidupan Sunan Kudus, yang merupakan tokoh penting Wali Sanga.

Selain itu, mereka juga mengabadikan momen-momen penting selama berada di kompleks makam dan masjid peninggalan Sunan Kudus.

"Perlu ditandaskan kepada anak-anak bahwa Sunan Kudus sangat menjunjung toleransi beragama semasa menjadi penyebar agama Islam," jelas Wasito.

Wasito menambahkan, Sunan Kudus meminta kepada masyarakat Kudus dan sekitarnya agar tidak menyembelih sapipada saat pelaksanaan Idul Adha.

Hal tersebut dimaksudkan untuk menghormati masyarakat yang mengabut agama Hindu yang menempatkan sapi sebagai hewan suci.

Karena itu, Sunan Kudus meminta umat Islam menyembelih kerbau sebagai pengganti sapi.

Hingga saat ini 'tradisi' menyembelih kerbau pada Idul Adha di masyarakat Kudus dan sekitarnya masih terjaga.

Dalam kesempatan sama Wasito menyampaikan Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Dzikro membuka diri bagi pihak manapun untuk turut bergabung dan memberikan sumbangan, demi keberlangsungan panti asuhan.

Pihaknya mempersilakan kepada pihak-pihak yang berniat memberi sumbangan untuk bertemu langsung dengan anak-anak panti asuhan. (Hrd)

Kredit

Bagikan