Bayi Dilahirkan di Kamar Mandi, Langsung Dicampakkan

user
danar 16 Juni 2022, 16:51 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Karanganyar mengamankan S (37) yang membuang bayinya di teras rumah warga Dukuh Bloro Desa/Kecamatan Karangpandan. S mencampakkan bayinya itu usai persalinan mandiri di kamar mandi.

Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein mengatakan S masih diamankan di kantornya usai dijemput pada Selasa (14/6/2022) malam lalu. Kepada penyidik, S mengaku bayi yang ditelantarkannya di teras rumah warga Dukuh Bloro Desa/Kecamatan Karangpandan pada Senin (13/6/2022) siang lalu merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang pria. Wanita ini sudah pisah ranjang dengan suaminya. Pernikahannya sudah kandas, namun belum juga resmi diceraikan. S menyembunyikan dirinya berbadan dua dari para tetangga di tempat tinggalnya Desa Doplang Karangpandan. Hingga akhirnya ia melahirkan secara normal tanpa siapapun tahu.

"S melahirkan sendiri di kamar mandi," katanya kepada wartawan, Rabu (15/6/2022) sore.

Lantaran tak mau merawat bayi itu, ia hanya bisa meletakkannya di daerah terdekat ayah biologisnya. Ia pun memilih rumah milik Henrikus Janto di Dukuh Bloro yang berjarak 1,5 kilometer dari rumah S. Kresnawan mengatakan S menyebut nama ayah biologis bayinya. Polisi akan memanggil pria itu untuk dimintai keterangan.

"Ayah biologis ini masih kami selidiki kebenarannya karena ini baru sebatas pengakuan S," katanya.

Sementara itu sejumlah pasangan suami istri berniat mengadopsi bayi laki-laki yang dicampakkan S. Mereka sudah berkonsultasi ke Dinas Sosial.

Kabid Perlindungan dan Rehabilitasi Dinsos Karanganyar Sulistiyowati mengatakan puluhan orang mengajukan permohonan untuk mengasuh bayi tersebut.

"Hingga saat ini, ada sekitar 50 orang mengajukan diri untuk dapat mengasuh bayi tersebut. Tapi yang sudah mengisi formulir baru 13 pasangan suami istri," kata Sulistyowati.

Sulistyowati mengatakan puluhan orang yang mengajukan permohonan mengasuh anak tersebut berasal dari Soloraya hingga Pati. Meskipun banyak yang ingin mengasuh bayi tersebut, pihaknya masih menunggu proses dari kepolisian.

"Masih dalam proses penyidikan, sehingga kami menunggu hasil dari kepolisian," ucap Sulitiyowati. (Lim)

Kredit

Bagikan