Dispar DIY Kembangkan Pariwisata di Bantul dan Kulonprogo

user
danar 15 Juni 2022, 21:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY memprogramkan pengembangan pariwisata di Bantul dan Kulonprogo. Bahkan pada 2023 ada satu pantai di Kulonprogo yang akan ditata.

"Kami tinggal melakukan penataan supaya pedagang menempati tempat yang semestinya. Orang ke pantai kan lihat pantai bukan lihat warung dan ini yang perlu ditata. kami berkolaborasi dengan teman kabupaten karena potensi pantai kita sangat bagus. Dengan penataan ini diharapkan wisatawan juga akan lebih nyaman ketika berwisata di DIY," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Rabu (15/6/2022).

Tidak hanya soal penataan, Dispar DIY juga mendorong kepada pelaku wisata event untuk menggunakan aplikasi Visiting Jogja untuk memaksimalkan pengalaman pelancong dalam menikmati wisata event. Sejak diluncurkan pada 2021 lalu, perkembangan aplikasi ini terus menunjukkan sisi positif dalam mendigitalisasi sektor pariwisata.

Singgih Raharjo mengungkapkan, aplikasi Visiting Jogja telah dilengkapi berbagai fitur yang menarik. Selain kelengkapan berbagai informasi semisal destinasi wisata maupun sistem skrining kesehatan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur reservasi dan sistem pembayaran lewat QRIS.

Menurut Singgih, aplikasi Visiting Jogja sangat memadai untuk digunakan sebagai pelengkap dan penunjang pelaksanaan dalam wisata event. Pengelola wisata event tidak perlu lagi merancang dan membuat aplikasi baru untuk digunakan saat penyelenggaraan berlangsung.

"Selain membantu bagi teman-teman destinasi wisata dan para wisatawan, aplikasi ini juga kian mengoptimalkan sebuah penyelenggaraan dalam wisata event misalnya untuk reservasi," katanya.

Singgih menambahkan, beberapa penyelenggaraan wisata event bahkan telah mencoba penggunaan aplikasi Visiting Jogja. Misalnya saja kegiatan musik tahunan jazz nasional yakni Ngayogjazz serta penyelenggaraan event sepeda yang beberapa waktu lalu digelar di Kabupaten Bantul.

"Ini merupakan kesempatan yang baik bagi penyelenggara event di Jogja untuk menggunakan aplikasi visiting Jogja secara free dan tidak perlu lagi membikin baru lagi," jelasnya.

Meski begitu, Singgih berpendapat bahwa perlu waktu yang tidak sebentar dan juga sosialisasi yang gencar untuk mengubah kebiasaan wisatawan dalam berpelesir. Sebab, selama ini wisatawan sudah terbiasa mendatangi lokasi wisata langsung dan memesan tiket langsung di tempat.

"Mengubah budaya yang tadinya secara go show dan tidak reservasi dulu langsung ke lokasi bayar tiket tadi sebetulnya, ini yang perlu diedukasi untuk keterlibatan wisatawan menggunakan reservasi dan membayar secara cashless memang perlu diubah," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya terus mengoptimalkan upaya sosialisasi kepada semua pihak agar penggunaan aplikasi Visiting Jogja bisa dimaksimalkan. Belum lama ini, pihaknya menggandeng maskapai Air Asia untuk mempromosikan penggunaan aplikasi Visiting Jogja kepada para wisatawan.

"Memang perlu pengenalan yang lebih besar lagi sehingga kami gandeng Air Asia, karena maskapai ini juga rutenya cukup beragam," kata dia.

Saat ini Dispar DIY tengah melakukan serangkaian upaya untuk membantu konektivitas di wilayah yang kurang mendapat jangkauan sinyal agar pemanfaatan aplikasi Visiting Jogja bisa terlayani dengan baik. Sebab di beberapa daerah DIY memang masih ada daerah yang belum terjangkau sinyal.

"Misalnya teman-teman pengelola di bukit Menoreh, kemudian di beberapa pantai di Gunungkidul. Sehingga sekarang ini tengah kita kembangkan segi konektivitasnya agar lebih memudahkan pengelola dan juga wisatawan," imbuhnya. (Dev)

Kredit

Bagikan