Permintaan Kebutuhan Pokok Tinggi Seiring Pulihnya Ekonomi

user
ivan 04 Juni 2022, 14:32 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Harga cabai terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan harga kebutuhan pokok pangan lain masih stabil dan sebagian lainnya naik karena terbatasnya stok. Tingginya permintaan disebabkan karena pulihnya ekonomi ditandai dengan peningkatan aktivitas masyarakat saat pandemi virus Corona mereda.

Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Widadi Nugroho, Sabtu (04/06/2022) mengatakan, kenaikan harga paling mencolok terjadi pada semua jenis cabai. Harga untuk cabai merah besar teropong dan cabai merah keriting sebelumnya hanya Rp 50 ribu per kilogram naik Rp 5 ribu per kilogram menjadi Rp 55 ribu per kilogram, cabai rawit merah harga sebelumnya hanya Rp 63 ribu per kilogram naik Rp 5 ribu per kilogram menjadi Rp 68 ribu per kilogram, cabai rawit hijau naik Rp 2 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 48 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam dari sebelumnya Rp 33 ribu per kilogram naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram. Harga minyak goreng curah juga naik dari sebelumnya Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15 ribu per liter, minyak goreng kemasan Rp 22 ribu per liter naik menjadi Rp 23 ribu per liter.

"Harga kebutuhan pokok pangan yang mengalami kenaikan cabai, daging ayam dan minyak goreng. Sedangkan harga lainnya masih stabil tinggi," ujarnya.

Harga kebutuhan pokok pangan yang masih stabil tinggi seperti bawang merah Rp 40 ribu per kilogram dan bawang putih jenis kating Rp 32 ribu per kilogram, telur ayam Rp 27 ribu per kilogram, daging sapi Rp 110 ribu per kilogram, gula pasir Rp 14 ribu per kilogram, beras premium Rp 12 ribu per kilogram dan beras medium Rp 10 ribu per kilogram. "Harga masih bisa berubah naik dan turun tergantung kondisi pasar," lanjutnya.

Pengelola Pasar Ir Soekarno Sukoharjo melihat kondisi kenaikan harga sekarang masih dianggap wajar. Meski stok terbatas namun hal itu masih bisa diatasi karena pengiriman nantinya akan ditambah dari para pengepul ke pedagang menyesuaikan permintaan pasar.

Widadi mengatakan, dalam satu bulan kedepan pergerakan harga dan stok kebutuhan pokok pangan sangat dipengaruhi kondisi pasar menjelang Idul Adha. Sebab disaat ini kemungkinan permintaan masyarakat mengalami peningkatan. Disisi lain apabila tidak diimbangi dengan penyediaan stok barang maka berpengaruh pada kenaikan harga.

"Aktivitas masyarakat kembali normal ditengah pandemi virus Corona mereda. Ekonomi juga pulih dan berdampak pada peningkatan perdagangan di pasar dimana masyarakat membeli kebutuhan pokok pangan," lanjutnya.

Pedagang Pasar Kartasura Yanti mengatakan, kenaikan harga cabai terjadi lebih dari satu Minggu terakhir. Penyebabnya karena kiriman dari pengepul ke pedagang terbatas. Disisi lain permintaan masyarakat meningkat karena banyak yang memiliki hajatan dan pelaku usaha kembali membuka usahanya.

"Pembeli untuk dikonsumsi sendiri juga ada, tapi sekarang banyak pelaku usaha seperti warung makan juga beli cabai banyak untuk stok jualan makanan. Padahal stok di pedagang terbatas," ujarnya.

Yanti menambahkan, untuk harga kebutuhan pokok pangan lainnya masih stabil tinggi. Seperti minyak goreng curah Rp 15 ribu per liter dan minyak goreng kemasan bervariasi rata-rata diatas Rp 22 ribu per liter. (Mam)

Kredit

Bagikan