Keluarga Besar NU Sanden Gelar Syawalan dan Pembukaan Lailatul Ijtima

user
Ary B Prass 26 Mei 2022, 23:57 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com -  Sekitar 400-an warga Nahdliyin Kapanewon Sanden, Bantul menghadiri acara syawalan sekaligus pembukaan Lailatul Ijtima’ di Musala Ar-Ridho, Nanggulan, Gadingsari, Sanden. Acara dihadiri Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Bantul dr H Attobari MPh  dan segenap jajaran MWC Sanden di antaranya KH Muslih Sukatno (Rais Syuriyah), Ustad Munaji (Katib), Miftakhul Ain SAg (Ketua), Agus Tri Prasetya (Sekretaris) dan pengurus lain.

Miftahul Ain menyampaikan syukur dan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara. Dalam kesempatan itu juga dijelaskan bahwa pembukaan lailatul ijtima’ sengaja dilaksanakan bukan pada waktu biasanya (malam selasa legi) dan dijadikan satu dengan syawalan karena masih memasuki momen bulan syawal. Mewakili pengurus MWCNU  dirinya mengucapkan sugeng riyadi dan memohon maaf atas segala khilaf dan salah.

“Alhamdulillah MWCNU Sanden telah melaksanakan program koin NU sehingga dari dan tersebut bisa invest sebesar 30 juta guna mendukung berdirinya NU MART di PCNU Bantul. Kedepan semoga pandemic benar-benar sirna sehingga kita dapat meneruskan program yang telaj dirancang,” ujar nya dalam acara yang digelar Sabtu (21/5/2022) lalu..

Mewakili PCNU Bantul,  dokter Attobari  turut berbahagia karena kegiatan lailatul ijtima sudah dimulai. Tak lupa dari PCNU Kab Bantul mengucapkan sugeng riyadi menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

“Setelah 2 tahun pandemi alhamdulillah mulai bulan syawal ini sekarang seluruh MWCNU sudah mulai melaksakan kembali program yang tertunda. Hal ini patut disyukuri dengan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat untuk jamaah dan anggota nahdliyin. Minta doa seluruh jamaah, PCNU sekarang dalam tahap proses mendapatkan kekancingan  tanah ( sultan ground) di daerah sumberagung untuk pendirian Rumah Sakit NU" terang Gus Atto.

Dalam tausiahnya KH Muslih Sukatno mengatakan, lailatul ijtima artinya pertemuan pada malam hari, karena waktu malam waktu yang baik seperti kanjeng nabi menerima wahyu pada malam hari, isra mi’raj pada malam hari. Maka NU menjadikan tradisi malam hari  untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat.

Isi acara lailatul ijtima’ yaitu tahlil, salawat, asraqol (berdiri hormat untuk kanjeng Nabi Muhammad SAW), dan ada pengajiannya. Sebagai warga negara yang baik, setiap kumpul menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu ya lal wathon untuk menggugah semangat perjuangan NU, semuanya dirangkum dalam pengajian lailatul ijtima’.

Menurut Muslih, beberapa hal yang menyebabkan  bala (bencana) yang dicabut oleh Allah, di antaranya ada empat yaitu  1. Ikhlas (dalam beribadah kepada Allah), 2. Doa para umat, 3. Salatnya Umat Kanjeng Nabi, barokah orang salat sampai Allah mau mencabut bencana yang ada dibumi dan 4. Bencana akan dicabut karena ada orang dhuafa.

“Setiap anak cucu Adam memiliki kesalahan, dan sebagusnya orang salah yaitu orang yang mau bertobat. Syarat tobat, membaca istigfar, tidak mengulangi, dan mengganti dengan perbuatan yang baik. Selama bulan ramadan dosa sudah diampuni oleh Allah. Selanjutnya tinggal menyelesaikan urusan dengan sesama yaitu meminta maaf,” imbuh KH Muslih. (Rar)

Credits

Bagikan