Dispar DIY Budayakan Reservasi Via Visiting Jogja

user
agus 12 Mei 2022, 16:15 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berupaya melakukan promosi besar-besaran implementasi aplikasi Visiting Jogja secara bertahap guna membudayakan reservasi online sekaligus pembayaran non tunai wisatawan. Selain itu, pihaknya menaruh harapan dengan dibukanya pintu gerbang udara khususnya rute internasional bisa menjadi angin segar bangitnya pariwisata DIY dan ekonomi kreatifnya sebagai tujuan utama wisata di Tanah Air.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menyatakan promosi besar besaran yang dimaksud yaitu mulai dari branding Airasia untuk domestik dan Asia Tenggara dengan branding tempat duduk pesawat. Selanjutnya branding di kereta api melalui broadcast di media sosial dan media massa dalam hal menggunakan Visiting Jogja. Sebab penggunaan aplikasi Visiting Jogja memang mulai mengalami peningkatan saat ini, namun belum terlalu signifikan. Sehingga masih perlu sama-sama di dorong implementasi penggunaan Visiting Jogja terutama di Kabupaten/Kota di DIY.

"Saya melihat, teman-teman di Kabupaten/Kota sudah mau mendorong penggunaan aplikasi Visiting Jogja itu. Hal ini memang butuh waktu dan proses, karena ini memang merubah budaya dari pembayaran on the spot ke reservasi dengan pembayaran tunai menjadi non tunai tidaklah mudah," tutur Singgih kepada KR di Yogyakarta, Kamis (12/5).

Singgih mengatakan meskipun aplikasi Visiting Jogja sudah diluncurkan dalam kurung waktu dua tahun lalu, namun masih perlu waktu lagi guna membudayakan implementasi penggunaannya. Sistem reservasi melalui Visiting Jogja tersebut juga guna mendukung pembayaran non tunai atau cashless yang tengah digaungkan pemerintah.

Sementara itu, pihaknya pun berharap industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin banyak diminati wisatawan baik itu domestik atau wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) kedepannya. Sebab penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) sudah dibuka untuk rute internasional dari Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia.

"Dibukanya pintu gerbang udara rute internasional tersebut tentu menjadi angin segar bagi industri pariwisata DIY dan ekonomi kreatif di DIY. Pintu wisatawan akan semakin terbuka lebar nantinya," tandas Singgih.

Lebih anjut, Singgih mengungkapkan apalagi penerbangan dari Singapura akan dibuka awal Juni 2022 yang diikuti rute penerbangan internasional dari negara di ASEAN lainnya seperti dari Bangkok Thailand. Dengan demikian semakin banyak turis yang datang berkunjung ke DIY nantinya.

"DIY sudah menyiapkan diri menjadi destinasi pariwisata utama dengan akses infrastruktur yang sangat baik. Ada akses udara via BIY, lalu akses darat lewat Jalan Tol dan kereta api yang bakal lebih memudahkan bagi wisatawan," imbuhnya.

DIY akan menjadi daerah tujuan utama pariwisata dan ekonomi kreatifnya bakal terangkat. Seperti diketahui, industri pariwisata dan ekonomi kreatif seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Jadi 17 sub sektor ekonomi kreatif yang ada di DIY menjadi daya tarik tersendiri bagi industri pariwisata.

"Semoga ini menjadi momentum yang baik bagi industri pariwisata seiring kasus positif Covid-19 yang semakin landai dan semoga tidak terjadi lonjakan kasus lagi sehingga bisa masuk ke masa endemi. Jadi kita bisa bangkit bersama," pungkas Singgih. (Ira)

Kredit

Bagikan