Waspadai Penyebaran PMK, Lalu Lintas Hewan Masuk Sukoharjo Diperketat

user
agus 12 Mei 2022, 06:44 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mewaspadai wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi. Sebab sudah ada temuan kejadian di daerah Jawa Timur dan Kabupaten Boyolali. Bentuk kewaspadaan dilakukan dengan memperketat lalu lintas perdagangan hewan ternak dari luar daerah. Pemeriksaan ketat juga dilakukan petugas di pasar hewan dan peternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Rabu (11/5) mengatakan, kewaspadaan dilakukan setelah ada temuan kasus PMK di Jawa Timur. Terdekat yakni di Kabupaten Boyolali dan membuat Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo ikut waspada dengan penyebaran wabah penyakit.

"Sebaiknya dilakukan antisipasi dengan mewaspadai penyebaran PMK di Sukoharjo. Sebab sudah ada temuan kasus di luar daerah," ujarnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo melakukan kewaspadaan dengan memantau lalu lintas perdagangan hewan ternak dari luar daerah yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo. Hewan ternak tersebut harus dipastikan dalam kondisi sehat apabila akan masuk ke wilayah Sukoharjo. Hal itu diperkuat dengan bukti surat keterangan hasil pemeriksaan sehat hewan.

Kondisi di wilayah Kabupaten Sukoharjo sendiri belum ditemukan kasus PMK. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memastikan hal tersebut setelah turun langsung melakukan pemeriksaan.

"Belum ada temuan dan belum terdeteksi PMK. Mudah-mudahan tidak ada," lanjutnya.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sudah menurunkan petugas melakukan pemantauan dan pemeriksaan ke hewan. Sasarannya ke pasar hewan dan para peternak disejumlah wilayah. Dengan pengecekan tersebut dapat dipastikan kondisi kesehatan hewan. Apabila ada temuan penyakit maka bisa langsung dilakukan penanganan dan tidak menular ke hewan lainnya.

"Petugas kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan klinis pada ternak," lanjutnya.

Sebagai bentuk kewaspadaan penyebaran wabah penyakit PMK, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat baik peternak dan pedagang hewan. Harapannya mereka bisa ikut membantu mewaspadai penyebaran PMK sekaligus melapor apabila ada temuan kejadian.

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut petugas memberikan penjelasan mengenai penyebab dan ciri hewan yang terkena PMK. Dengan demikian maka pedagang dan peternak hewan bisa mengetahui kondisi hewan ternaknya apakah sehat atau tidak.

Bagas menegaskan, penyebaran wabah penyakit PMK sangat merugikan peternak dan pedagang hewan. Sebab penyakit tersebut mematikan. Selain itu penyebarannya juga cepat dan harus dilakukan antisipasi sejak dini.

"Ibu Bupati Sukoharjo sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE)a terkait dengan PMK. Intinya agar waspada serta membuat langkah-langkah antisipasi," lanjutnya.

Upaya pencegahan penyebaran wabah penyakit PMK juga dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo dengan mengirim surat ke Kementerian Pertanian meminta vaksinasi bagi ternak. Vaksinasi sangat penting dan dibutuhkan untuk mencegah penyebaran PMK di Sukoharjo.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo sangat mewaspadai masuknya PMK mengingat Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi besar hewan ternak khususnya sapi. Populasi yang banyak membuat Kabupaten Sukoharjo mampu menjadi daerah swasembada daging sapi.

Ternak sapi yang melimpah dari peternak bahkan dikirim ke luar daerah untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu daerah tujuannya yakni ke Jakarta. (Mam)

Kredit

Bagikan