Sepekan Setelah Lebaran, Harga Daging Ayam di Sukoharjo Terus Naik

user
Ary B Prass 08 Mei 2022, 13:57 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Harga daging ayam terus mengalami kenaikan sepekan setelah lebaran mencapai Rp 44.000 per kilogram. Kenaikan harga dimungkinkan masih terjadi karena permintaan masyarakat masih tinggi selama sebulan kedepan.

Pedagang daging ayam Pasar Kartasura Warni, Minggu (8/5/2022) mengatakan, harga daging ayam normal hanya Rp 32.000 per kilogram. Harga mulai naik sekitar satu bulan sebelum puasa Ramadhan menjadi Rp 34.000 per kilogram. Kenaikan harga daging ayam terus terjadi selama puasa Ramadhan secara bertahap hingga menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram.

Permintaan daging ayam dari masyarakat meningkat menjelang lebaran dan saat lebaran mengakibatkan harga naik menjadi Rp 43.000 per kilogram. Sepekan setelah lebaran harga daging ayam kembali naik menjadi Rp 44.000 per kilogram.

Kenaikan harga daging ayam sebelum dan selama puasa Ramadhan hingga lebaran terjadi karena peningkatan pembelian masyarakat. Bahkan sepekan setelah lebaran permintaan masih stabil tinggi cenderung meningkat.

"Permintaan tinggi sebelumnya dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama puasa Ramadhan dan lebaran. Sedangkan sekarang permintaan tetap tinggi karena pengaruh ada tradisi lebaran ketupat dan silaturahmi kumpul keluarga. Jadi kebutuhan daging ayam masyarakat tinggi," ujarnya.

Warni mengatakan, selama berjualan daging ayam kondisi tersebut selalu terjadi setiap menjelang dan saat puasa Ramadhan dan setelah lebaran. "Masyarakat lebih memilih membeli daging ayam untuk berbagai masakan selama puasa Ramadhan dan lebaran dibanding daging sapi yang harganya lebih mahal," lanjutnya.

Warni menambahkan, meski harga daging ayam mengalami kenaikan tinggi namun permintaan masyarakat tetap banyak. Hal ini terlihat dari habisnya stok daging ayam yang dijual pedagang.

"Masyarakat memang mengeluh harga naik tapi tetap saja beli banyak saat lebaran karena memang sudah jadi kebutuhan saat lebaran masak daging ayam untuk keluarga," lanjutnya.

Harga daging ayam diperkirakan baru akan mengalami penurunan sebulan setelah lebaran. Warni mengatakan, hal ini sesuai pengalaman pada tahun sebelumnya.

"Biasanya harga daging ayam mulai turun setelah sebulan lebaran atau habis bulan Syawal. Tahun ini kenaikan sangat tinggi karena ada pelonggaran dibanding tahun lalu saat awal pandemi semua kegiatan masyarakat dibatasi," lanjutnya.

Pedagang daging ayam lega kondisi sekarang lebih baik dibanding dua tahun sebelumnya saat awal pandemi virus Corona. Sebab dua tahun sebelumnya permintaan daging ayam menurun dan harga juga tidak mengalami kenaikan signifikan.

Pedagang daging ayam Pasar Kartasura Sugeng mengatakan, harga daging ayam kemungkinan masih bisa naik lagi setelah ini. Sebab selain permintaan daging ayam dari masyarakat tinggi, kenaikan juga dipengaruhi naiknya harga pakan ternak ayam. Kondisi ini membuat para peternak ayam menaikan harga daging ayam yang dijual ke pedagang.

"Harga daging ayam dari peternak sudah tinggi. Katanya karena pengaruh kenaikan harga pakan ternak ayam," ujarnya.

Sugeng mengatakan, selama puasa Ramadhan hingga setelah lebaran ini daging ayam yang dijual selalu habis dibeli. Bahkan stok ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau hari normal biasanya hanya jual sekitar 20 ekor sekarang jual 50 ekor sudah habis terjual bahkan kurang," lanjutnya.

Sugeng mengatakan, sebanyak 50 ekor ayam  yang dijual, sekitar separuh lebih diantaranya disediakan untuk pelanggannya. Sedangkan sisanya dijual ke masyarakat umum. (Mam)

Kredit

Bagikan