Layanan Mudah Tangani ODGJ Melalui Program 'Manis Nan Jitu'

user
Ary B Prass 13 April 2022, 14:27 WIB
untitled

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com - Puskesmas Rakit 2 Banjarnegara melahirkan program 'Manis Nan Jitu' atau Mekanisme Pelayanan Kesehatan Jiwa Terpadu untuk menyelesaikan permasalahan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Program tersebut berjalan dengan menggandeng Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara.

Kepala Puskesmas Rakit 2, Khusnul Khotimah, menyatakan, inovasi 'Manis Nan Jitu' dimunculkan oleh Yuli Puriwati, pengelola program jiwa Puskesmas tersebut. "Inovasi ini lahir karena kasus ODGJ mengamuk di wilayah Puskesmas Rakit 2 cukup banyak," katanya, Selasa (13/4/2022).

Pada 2019, ODGJ yang mendapatkan pengobatan teratur tahun 2019 di wilayah Puskesmas Rakit 2 sebesar 35,24 persen. Kasus ODGJ mengamuk  ditemukan  11 kasus.

Dijelaskan oleh Khusnul, Manis Nan Jitu merupakan bentuk pelayanan kesehatan bagi ODGJ secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, keluarga, perangkat desa, kader, lintas sektoral, dan Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Program tersebut berjalan sejak 27Januari 2020.

Implementasi kerja program Manis Nan Jitu yang dilakukan diantaranya adalah advokasi dan koordinasi pemerintah desa-lintas sektor dan kunjungan rumah ODGJ. "Ada kemudahan pelayanan rujukan ke rumah sakit, cukup mengirimkan foto KTP, KK, Kartu BPJS, Surat Rujukan melalui Whastapp sebagai bukti pendaftaran," kata Khusnul.

Selain itu juga ada layanan penjemputan ODGJ baru yang mengamuk dari RSI Banjarnegara, tersedianya obat jiwa di Puskesmas, serta kemudahan pengambilan obat jiwa yang dapat dilakukan oleh keluarga, pamong desa dan kader kesehatan.

Menurut Khusnul, selama beberapa tahun program berjalan, sudah menunjukkan perubahan positif di lapangan. Diantaranya; peningkatan temuan kasus baru yakni 30 kasus pada 2019, 47 kasus pada 2020, 50 kasus pada  2021). Pada tahun yang sama,  terjadi peningkatan pelayanan ODGJ mendapatkan pengobatan teratur 35 persen bertambah menjadi 77 persen dan mencapai 92 persen pada 2021.

"Yang tak kalah menggembirakan, pada 2020-2021 di wilayah Puskesmas 2 Rakit tidak ada ODGJ mengamuk," ujar Khusnul pula.

Direktur RSI Banjarnegara dr Agus Ujianto MSi, Med, Sp.B mengatakan, kasus ODGJ bisa disebabkan berbagai faktor, misalnya berhenti  minum obat, proses rujukan mengharuskan pasien/keluarga datang ke Puskesmas, obat hanya tersedia di rumah sakit, dan belum ada dukungan dari keluarga, masyarakat maupun lintas sektor.

"Program Manis nan Jitu memangkas banyak sekali faktor yang membuat ODGJ belum tertangani dengan maksimal.  Program ini membuat proses pengobatan, rujuk, dan penanganan ODGJ menjadi mudah, tidak ribet, dan aman," kata dr Agus. (Mad)

Kredit

Bagikan