Ketersediaan Aman, Vaksinasi Booster Mulai Sasar Kelurahan

user
danar 20 Maret 2022, 10:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Vaksinasi booster atau pelengkap kini mulai menyasar ke wilayah. Kelurahan Bumijo Jetis menjadi pencanangan pertama dan akan dilanjutkan ke kelurahan lain.

Lurah Bumijo Jetis Eni Perwati mengaku, warganya cukup antusias mengikuti vaksinasi booster yang digelar di kantor kelurahan. "Terutama para lansia karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Ada 420 warga kami yang difasilitasi," katanya, Sabtu (19/3/2022).

Capaian vaksinasi hingga dosis kedua di wilayah Bumijo sudah di atas 90 persen. Warga yang belum divaksin pun disebabkan masalah kesehatan karena memiliki komorbid yang ditandai dengan surat keterangan dari dokter.

Eni menjelaskan, pada vaksinasi dosis pertama dan kedua mayoritas warganya mengikuti program vaksinasi massal yang digelar di PDAM Tirtamarta dan XT Square. Lokasinya yang jauh dari tempat tinggal sempat menjadi kendala bagi warga yang berusia lanjut. Oleh karena itu, ketika ada vaksinasi booster di kelurahan, warganya pun sangat antusias.

"Yang kami layani bukan hanya warga Bumijo saja tetapi siapapun yang tinggal dan aktivitas sehari-harinya di sini," tandasnya.

Sedang menurut Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, capaian vaksinasi booster sebenarnya sudah bagus yakni di atas 56 persen. Sebelumnya proses percepatan sempat tersendat karena waktu itu durasi dengan penyuntikan kedua cukup lama yakni enam bulan. Sedangkan saat ini dipangkas menjadi tiga bulan sehingga harapannya capaian bisa semakin cepat.

Akan tetapi seiring banyaknya warga yang terpapar Covid-19 sejak Februari lalu, proses penyuntikan booster bisa ikut terkendala. Hal ini lantaran penyintas harus menunggu waktu hingga tiga bulan ke depan. "Kendala kita sebenarnya hanya pada durasi waktu itu saja. Tapi sekarang selain di puskesmas, rumah sakit maupun sentra vaksin XT Square, vaksinasi booster juga sudah menyasar kelurahan," tandasnya.

Dari aspek ketersediaan vaksin, menurut Heroe sama sekali tidak ada kendala. Justru pihaknya akan semaksimal mungkin untuk menghabiskan stok vaksin yang ada di gudang. Sehingga pihaknya tidak lagi menargetkan jumlah warga yang sudah tervaksin booster melainkan bagaimana vaksin yang tersedia bisa langsung dihabiskan.

Terkait dengan laju pertumbuhan kasus baru, saat ini sudah jauh berkurang. Jika dilihat dari grafik, kasus aktif tertinggi tercatat sebanyak 4.800 orang. Sementara sekarang hanya sekitar 1.400 orang. Dalam sehari penambahan kasus baru juga sudah di bawah 200 kasus.(Dhi)

Kredit

Bagikan