Bus Wisata Masuk Yogya Diingatkan Screening di Terminal Giwangan

user
danar 21 Januari 2022, 13:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Insiden nuthuk parkir atau markup nilai hingga angka fantastis Rp 150 ribu dan Rp 350 yang diklaim petugas parkir serta pengunggah di laman sosial media beberapa hari terakhir begitu menghebohkan. Tarif itu tetap saja tinggi, di atas aturan bersama Forum Pekerja Parkir Kota Yogyakarta yakni Rp 30 ribu untuk dua jam pertama dan naik Rp 10 ribu untuk tiap jam berikutnya.

Hal ini seharusnya menjadi keprihatinan dan disikapi dengan evaluasi bersama agar tak lagi terjadi di kemudian hari dan mencoreng citra pariwisata Yogyakarta. Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengharapkan seluruh pihak untuk kembali pada aturan yang ada, termasuk terkait tarif parkir.

“Sudah ada Perda Kota Yogyakarta yang mengatur tarif parkir ini, harapannya diikuti. Situasi seperti kemarin (tarif parkir tinggi) tidak boleh lagi terjadi ke depan karena bisa merusak citra pariwisata kita, padahal baru hendak bangkit,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Huda juga menegaskan agar penerapan aturan screening bus pariwisata diterapkan dengan ketat oleh pelaksana di lapangan. Pasalnya, muncul informasi bus yang masuk ke lokasi parkir Jalan Marga Utama itu tidak melalui screening di Terminal Giwangan sebelumnya.

“Ini juga penting, jangan sampai kru dan wisatawan yang masuk membawa virus ke Yogyakarta. Harus dipastikan mereka sudah tervaksin dan tidak sedang sakit. Kita sedang mewaspadai varian Omicron, sehingga screening harus benar-benar dilakukan,” sambung Huda.

Sebelumnya, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga mengingatkan agar armada pariwisata wajib menjalani screening di Terminal Giwangan. Hal tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan kru bus dan rombongan wisatawan. (Fxh)

Kredit

Bagikan