Inflasi Pedesaan Capai 2,08 Persen, Daya Beli Petani di DIY Terkerek

user
agus 04 Januari 2022, 16:11 WIB
untitled

YOGYA, KRjogja.com - Kemampuan daya beli petani atau Nilai Tukar Petani (NTP) di pedesaan DIY mengalami kenaikan indeks sebesar 0,73 persen yaitu dari 97,36 menjadi 98,07 pada Desember 2021. Sedangkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pedesaan di DIY pada Desember 2021 secara umum mencapai 111,08 mengalami inflasi 2,08 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya sebesar 108,82.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan kenaikan ini disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani 2,35 persen, lebih besar dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani 1,61 persen. NTP subsektor tanaman pangan sebesar 94,02, subsektor hortikultura 122,07, subsektor tanaman perkebunan rakyat 117,41, subsektor peternakan 93,99 dan subsektor perikanan 92,83.

"Kenaikan NTP terjadi pada tiga subsektor, yaitu tanaman pangan 0,03 persen, hortikultura 7,74 persen dan peternakan 0,97 persen. Sedangkan dua subsektor mengalami penurunan berupa tanaman perkebunan rakyat 3,28 persen dan perikanan 0,53 persen," katanya di Yogyakarta, Selasa (4/1/2022).

Sugeng menyampaikan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) DIY pada Desember 2021 tercatat 98,93 yang naik 2,04 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 96,95. Empat subsektor mengalami kenaikan yakni tanaman pangan 1,70 persen, hortikultura 8,90 persen, peternakan sebesar 1,53 persen dan perikanan 0,10 persen. Sebaliknya tanaman perkebunan rakyat turun 2,08 persen.

"Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah pedesaan DIY yang tercatat mengalami inflasi 2,08 persen pada Desember 2021. Kenaikan IHK dipengaruhi naiknya indeks pada sepuluh kelompok seperti makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,82 persen dan sebagainya," paparnya.

Dari 34 provinsi yang dihitung NTP-nya, sebanyak 29 provinsi mengalami kenaikan dan 5 provinsi mengalami penurunan pada Desember 2021. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Kalimantan Timur 2,59 persen dan kenaikan terendah 0,09 persen terjadi di Bengkulu. DKI Jakarta mengalami penurunan NTP terbesar 0,70 persen, sedangkan penurunan terkecil terjadi di Maluku Utara 0,03 persen. (Ira)

Credits

Bagikan