Sasar Warga Miskin Tuna Netra, BKKBN Bersama Pemkab Kulonprogo Bedah Lima Rumah

user
danar 14 Desember 2021, 05:10 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI bekerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat melaksanakan gerakan gontong royong rakyat bersatu berupa bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga tidak mampu di dua wilayah Kapanewon yakni Samigaluh dan Girimulyo.

"Alhamdulillah di tengah gencarnya kami Sosialisasi, Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana, kami tetap bisa memberikan perhatian terhadap warga yang kehidupannya masih belum layak dengan membantu bedah rumah," kata Kepala BKKBN RI Dr HC dr H Hasto Wardoyo SpOG (K) di sela bedah rumah milik Sakinem (63) warga Pedukuhan Jonggrangan Kalurahan Jatimulyo Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, Minggu (12/12/2021).

Selain Bupati Kulonprogo Drs Sutedjo, bedah rumah juga dihadiri Wabup Fajar Gegana, Ketua DPRD Akhid Nuryati dan Ketua Baznas Drs Abdul Madjid. Tidak tanggung-tanggung bedah rumah yang diadakan BKKBN bersama mitra kerjanya kemarin sebanyak lima unit, masing-masing empat rumah di Kapenowon Samigaluh dan satu di Girimulyo.

"Bedah rumah menjadi spirit kami dalam upaya membangun keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat. Dengan memiliki rumah layak huni keluarga tersebut tidak mudah terserang penyakit dan merasa nyaman. Sehingga tidak ada lagi kekhawatiran, karena rumahnya sudah bagus," ungkap dr Hasto.

Guna mewujudkan impian warga miskin memiliki rumah layak huni, pelaksanaan bedah rumah seperti milik Sakinem tersebut juga sebagai bagian mengoptimalkan sosialisasi program pencegahan stunting untuk menciptakan kualitas SDM yang unggul untuk Indonesia Maju 2045. Dukungan masyarakat dalam bedah rumah luar biasa, terlihat dari banyaknya warga, pelajar SMP sederajat yang notabene remaja, generasi berencana (Genre) dan pihak-pihak terkait hadir mengikuti bedah rumah. Sehingga sosialisasi tentang kependudukan, KB dan pencegahan stunting di tengah warga gotong royong bedah rumah dinilainya cukup efektif dan tepat sasaran.

Selain uang sebanyak Rp 15 juta perkepala keluarga, bantuan juga berupa jambanisasi dan material serta tenaga dari warga sekitar. "Kita semua terenyuh melihat kondisi Bu Sakinem. Penyandang tuna netra dan single parent. Beliau luar biasa, ibu rumah tangga sekaligus kepala rumah tangga. Selama ini Bu Sakinem penyandang tuna netra tinggal di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan bersama anaknya, Puji Lestari. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya Bu Sakinem ditanggung kerabatnya dan warga sekitar," tutur Hasto.

Bupati Sutedjo mengatakan, selama pandemi Covid-19 kegiatan bedah rumah sementara dihentikan. Tapi saat ini mulai digalakkan lagi dan program tersebut ditangani Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kulonprogo bersama Baznas. "Demi suksesnya program bedah rumah, saya mengajak semua pihak meningkatkan rasa kepeduliannya serta membudayakan sikap gotong royong. Dengan gotong royong semua pekerjaan menjadi lebih ringan dan yang dibantu terlepas dari kesusahan," tuturnya. (Rul)

Kredit

Bagikan