Potensi Kerugian Negara Rp 3,18 Miliar, Bea Cukai Kudus Musnahkan 8 Ton Rokok Ilegal

user
Ary B Prass 17 November 2021, 20:57 WIB
untitled

KUDUS, KRJOGJA.com- Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Time Madya Kudus, Rabu (17/11/2021) memusnahkan 8 ton rokok ilegal dari jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebanyak 4,7 juta  batang dan

Sigaret Kretek Tangan (SKT) 31 ribu batang. Barang bukti lain yang

dimusnahkan yaitu dua karung etiket, dua karung plastik OPP, dua unit alat pemanas, dan 1.200 mililiter (ml) Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Pemusnahan rokok ilegal yang telah ditetapkan menjadi Barang Milik

Negara (BMN) merupakanhasil dari 53 penindakan periode Desember 2020 hingga September 2021. BMN yang dimusnahkan sebagian besar merupakan rokok tanpa cukai atau rokok polos, dan sisanya rokok dengan pita cukai palsu siap edar.

Pemusnahan dilakukan secara simbolis dengan cara  dibakar di halaman KPPBC setempat. Sedang barang bukti lain diangkut enam truk dan ditimbun di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Pati.

Hadir dan ikut melakukan pembakaran Kepala Kantor ‎Wilayah Direktorat

Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) M Purwantoro, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang Partolo, Plt  Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai yang juga PLT Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Sutopo Ari Subagyo, Bupati Kudus HM Hartopo, Ketua DPRD Kudus Mas'an, serta anggota Forkopimda Kudus. Rokok ilegal yang dibakar dan dimusnahkan kali ini, jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu sebanyak 19 ton.

Plt Kepala KPPBC Kudus Sutopo Ari Subagyo mengatakan, total barang yang dimusnahkan senilai Rp 4,84 miliar. Potensi kerugian negara mencapai Rp 3,18  miliar yang terdiri dari cukai sebesar Rp 2,48 miliar, pajak rokok Rp 248,81 juta, serta Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT) Rp 442,23 juta.

"Kami akan terus menggencarkan operasi gempur rokok ilegal, baik yang dilakukan mandiri maupun  bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Kantor ‎Wilayah DJBC Jateng- DIY, M  Purwantoro. Pihaknya terus berupaya menekan peredaran rokok ilegal di

wilayah kerjanya, karena menggerogoti peredaran rokok legal yang telah

memberikan kontribusi penerimaan kas negara dari sektor cukai.  "Kami tak akan membiarkan rokok ilegal berkembang,” tegasnya.

Pihaknya memberikan apresiasi aparat Kantor Bea dan Cukai Kudus yang berhasil menggagalkan berbagai modus pelanggaran di bidang cukai. Di antaranya penjualan rokok ilegal, melalui e-commerce, usaha distribusi melalui jasa ekspedisi, cara konvensional berupa pengiriman menggunakan kendaraan, serta penggerebekan tempat produksi dan penimbunan rokok ilegal.

Sedang kepada masyarakat dia meminta agar tidak membeli, menjual, maupun mendistribusikan rokok ilegal karena ada ancaman sanksi pidana. Direktorat Jendral Bea dan Cukai tidak pernah berkompromi dalam melaksanakan penegakan hukum di bidang cukai. Pengawasan dan penindakan akan diperketat, namun tetap  mengedepankan pembinaan.

Sementara Bupati Kudus HM Hartopo berkomitmen dan mensupport KPPBC Kudus untuk terus melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal. Terutama yang beredar di Kota Kretek. Dengan demikian, jumlah

penerimaan cukai rokok yang masuk ke kas negara dapat meningkat.

“Andil kami ikut membantu melakukan sosialisasi cukai," katanya. (Trq)

Kredit

Bagikan