Digitalisasi UMKM di Solo Mendapat Apresiasi Wamendag

user
danar 31 Oktober 2021, 08:30 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) memuji visi dan kinerja Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam sektor ekonomi dan perdagangan khususnya dalam pengembangan sektor UMKM.

Hal ini disampaikan Jerry seusai acara Technolink 2021 bertema “Solo Bergerak Untuk Indonesia Tangguh” pekan lalu. Dalam acara itu Jerry didaulat menjadi narasumber bersama Gibran dan beberapa pejabat OJK, BI, Bea Cukai dan Kemenperin.

Menurut Wamendag, Gibran Rakabuming Raka punya visi dan gagasan dalam pengembangan UMKM yang sejalan dengan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan. Ada beberapa poin yang dicatat Jerry soal kerja Gibran dalam sektor ini yaitu, pembinaan yang integratif dan digitalisasi. Dalam hal pembinaan yang integratif, Gibran menurut Wamendag, sudah melakukan upaya sinkronisasi dan kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

“Dapat kita lihat tadi bahwa Mas Gibran mengajak semua stakeholder lintas sektor untuk bekerja sama, ada BI, OJK, Bea Cukai, Kemenperin, Kemendag, Kemenkop UKM, Kemenparekraf dan sebagainya. Jadi semua bergerak bersama, harmonis dan saling menunjang,” kata Jerry dalam keterangannya, Sabtu (30/10/2021).

Konsep integratif lainnya menurut Jerry adalah pada sektor pekerjaannya. Gibran menurut Wamendag, tahu bahwa pengembangan produk dan upscaling usaha memerlukan berbagai pembaharuan yaitu di bidang bahan, produksi, pengemasan hingga marketing. Jerry menilai konsep kerja yang integratif ini bagus bagi fasilitasi UMKM.

“Mas Gibran seperti mengetahui keluhan pengusaha UMKM saat ini yaitu perlunya dukungan yang serempak di semua sektor. Jadi keluhan UMKM bisa dijawab secara keseluruhan, baik di sector produksi, pemasaran maupun pembiayaan,” tandas Jerry.

Sedangkan dalam digitalisasi, Wamendag menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Walikota Surakarta sangat sejalan dengan upayanya di Kemendag yaitu melakukan implementasi pemanfaatan teknologi digital.

“Ada beberapa yang menonjol yaitu digitalisasi pembayaran melalui QRIS, lalu ada juga pembinaan dengan berbasis digital. Dengan begitu segala informasi mengenai UMKM bisa dilihat dan diupdate secara real time. Ini penting untuk pengelolaan produksi, pemasaran dan pembiayaan yang berkelanjutan,” paparnya.(*)

Credits

Bagikan