APINDO DIY Berharap UMP 2022 Tidak Naik

user
danar 29 Oktober 2021, 22:30 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) DIY, menggelar Musyawarah Provinsi, Jumat (29/10/2021) mengusung tema ‘Bertransformasi Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Dunia Usaha’. Beberapa hal dibahas seperti upaya para pengusaha bangkit dari keterpurukan pandemi Covid-19 yang menerjang berbagai sektor.

Ketua Umum APINDO Pusat, Hariyadi Sukamdani hadir langsung dalam musyawarah di Hotel Sahid Jaya Hotel tersebut. Ia mengharapkan APINDO DIY terus bersinergi dan berkolaborasi dalam meningkatkan produktivitas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Aria Nugrahadi, mengingatkan bahwa saat ini dunia berada di era revolusi industri 4.0 di mana perubahan terjadi dengan cepat, ditunjang perkembangan teknologi digital. Hal tersebut berdampak pula pada perubahan tatanan ketenagakerjaan yang kemudian menjadi tanggung jawab bersama termasuk Apindo sebagai stakeholder.

“Apindo sebagai rekan pemerintah diharapkan bisa bersinergi karena meningkatkan daya saing tak bisa dilakukan sendiri hanya oleh pengusaha namun bersama pemerintah dan pekerja. November ini kita memasuki masa penetapan upah minimum. Kami mendorong agar nantinya dari Apindo dan pekerja kita mengacu pada regulasi (PP 36 tahun 2021 tentang Pengupahan). Harapannya bersama bagaimana narasi upah minimum kita dorong kepada upah yang dalam konteks produktivitas,” ungkap Aria.

Sementara, Ketua APINDO DIY, Boentoro menyampaikan pihaknya siap berkontribusi nyata untuk menciptakan hasil kerja yang berdaya saing baik nasional maupun internasional. Ia siap berkolaborasi dengan serikat buruh maupun Pemda DIY untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Di sisi lain, APINDO DIY berharap agar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 tidak dulu naik. Pengusaha menurut dia tengah berupaya bangkit dan baru akan mendapatkan lagi Break Even Poin (BEP) yang diprediksi akan berangsur naik dan mencapai titik atas dua tahun ke depan.

“Ini bukan karena pengusaha yang tamak, karena pasti pekerja berontak. Namun memang karena pandemi, kita baru bisa naik perlahan sampai normal sebelum Covid. Kalau dalam bidang usaha, waktu turun sama dengan naik. Kalau mulai Maret 2020 maka naiknya kira-kira 2023 sampai normal kembali tapi bisa dipercepat dengan inovasi,” tegasnya.

Meski begitu, APINDO DIY berkomitmen meminta pengusaha untuk menaati peraturan apabila nanti memang UMP 2022 dinaikkan oleh pemerintah. “Kami akan tetap mendorong pengusaha untuk taat, tidak boleh tidak taat karena sudah ada aturannya. Ya dengan cara apapun kami meminta pengusaha untuk taat,” sambung dia. (Fxh)

Credits

Bagikan