Dipicu Permintaan dan Produksi, Harga Beberapa Komoditi Bapok Pangan di DIY Berfluktuasi

user
danar 26 Oktober 2021, 07:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Komoditi bahan pokok (bapok) pangan seperti minyak goreng, daging dan telur ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih di DIY masih mengalami fluktuasi harga memasuki pekan keempat Oktober 2021. Fluktuasi harga beberapa komoditi bahan pokok pangan tersebut dipicu permintaan pasar dan produksi, sedangkan dari sisi ketersediaan pasokannya secara umum mencukupi bagi kebutuhan masyarakat di DIY.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Peridustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto menyampaikan perkembangan harga komoditi bahan pangan terdapat komoditas dengan harga fluktuatif di minggu keempat atau pengujung Oktober 2021. Kenaikan harga yang cukup tinggi terutama dialami komoditas minyak goreng yang disebabkan bertambahnya permintaan pasar dan harga minyak sawit mentah dunia atau Crude Palm Oil (CPO) cukup tinggi.

"Harga CPO dunia baru mengalami kenaikan karena permintaan dunia CPO cukup tinggi sehingga harga minyak goreng mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga minyak goreng sawit curah di DIY naik dari Rp 17.300 menjadi Rp 17.800 per liter saat ini," katanya kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Senin (25/10/2021) malam.

Yanto mengatakan kenaikan hargaselanjutnya terjadi ada komoditas ayam broiler dan telur ayam ras namun masih sesuai dengan harga acuan pemerintah atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Harga daging ayam broiler naik dari Rp 33.700 menjadi Rp 34.000/Kg dengan HET sebesar Rp 35.000/Kg, sementara harga telur ayam ras naik dari Rp 18.700 menjadi Rp 19.700/Kg yang juga masih dibawah harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp 24.000/Kg.

"Harga telur ayam ras di DIY masih cukup tertekan sampai saat ini. Sebab di tingkat petani masih terjadi over supply atau kelebihan produksi," tambahnya.

Sementara itu, Yanto menyatakan penurunan harga justru dialami komodii cabai, bawang merah dan bawang putih. Harga cabai rawit merah maupun hijau mengalami penurunan harga antara 1,46 persen hingga 12 persen karena banyak cabai dari luar DIY masuk serta kurangnya permintaan pasar. Harga cabai rawit merah turun dari Rp 23.300 menjadi 20/700/Kg, cabai merah besar dari Rp 28.300 menjadi Rp 26.300/Kg dan cabai rawit hijau dari Rp 24.000 menjadi Rp 23.700/Kg dan cabai rawit hijau dari Rp 24.000 menjadi Rp 23.667/Kg.

"Harga komoditi bawang merah pun mengalami teknan harga dari Rp 21.700 menjadi Rp 21.300/Kg dengan HET Rp 32.000/Kg. Bawang putuh sinco naik tipis dari Rp 22.300 menjadi Rp 23.000/Kg. Sedangkan secara umum, kondisi harga bahan pokok pangan di DIY relatif stabil dan terkendali sejauh ini dipasaran seperti beras, gula pasir, tepung terigu dan daging sapi," jelasnya.

Dari sisi ketersedian pasokan, Yanto menegaskan komoditi bahan pokok pangan di DIY relatif cukup dan cenderung surplus. Ketersediaan tersebut seperti beras 27.382 ton, bawang merah 970 ton, bawang putih 262 ton, cabai merah kertiting 430 ton, cabai rawit merah 299 ton, daging sapi 495 ton, daging ayam 1.032 ton, telur ayam ras 749 ton, gula pasir 4654 ton dan minyak goreng 17.603 liter.(Ira)

Credits

Bagikan