ASPPHAMI: Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Waspadai Potensi DBD dan Malaria

user
danar 24 Oktober 2021, 15:10 WIB
untitled

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Memasuki masa penghujan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi persoalan di beberapa wilayah di Indonesia. Seperti salah satunya wilayah Jakarta endemi DBD dan wilayah Purworejo endemi malaria.

"Perlu peningkatan kewaspadaan terhadap nyamuk DBD. Ini sebagai wujud peringatan Hari Nyamuk Nusantara pada 22 Oktober kemarin," ujar Penasehat Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DKI Jakarta Zainal Arifin dalam rilis yang diterina KRJOGJA.com, Minggu (24/10/2021).

Selain itu juga masyarakat harus terus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Kami lihat perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk pencegahan DBD dan malaria masih sangat kecil. Terutama, alokasi anggaran untuk tindakan represif (pengasapan dan larvasida),” terangnya.

“Tidak saja di Jakarta, daerah endemi malaria seperti Purworejo juga alokasi anggaran untuk pencegahan secara represif masih sangat minim,” imbuhnya.

Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) yang juga owner PT Turacon Wirasta ini berharap, pemerintah jangan hanya fokus pada penanganan kasus Covid-19 dan abai terhadap kasus DBD dan malaria. Sebab, kasus tersebut juga banyak memakan korban jiwa di Indonesia.

"Harus ada upaya represif yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Dengan melakukan pengasapan (fogging) dan larvasida bersama tenaga profesional di bidangnya," terangnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, hari ini ASPPHAMI melakukan bakti sosial melakukan pengasapan di wilayah Cipinang Besar Selatan (CBS), Jakarta Timur. Sebab di sana ditemukan kasus positif DBD yang menyerang anak-anak, yang kini mendapat penanganan dari pihak Puskesmas.

"Hari ini kami melakukan pengasapan di RW.01 atau 13 RT. Dan seminggu kemudian baru menyasar RW.03. Ini untuk mencegah potensi perluasan wabah DBD," ujarnya.

"Sedikitnya ada 8 petugas profesional dari PT Turacon Wirasta diterjunkan untuk melakukan pengasapan,” imbuhnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut dilakukan atas instruksi dari Suku Dinas (Sudin) Kesehatan Jakarta Timur. Dengan melakukan koordinasi dengan Ketua RW dan Jumantik.

"ASPPHAMI melakukan bakti sosial di wilayah Jabodetabek," ucapnya.(Ati)

Credits

Bagikan