Ratusan Orang Tertipu Arisan Abal-abal dan Investasi Bodong di Cilacap

user
agus 22 Oktober 2021, 17:11 WIB
untitled

CILACAP, KRjogja.com - PTP (27) perempuan warga Perumahan Citanduy No 79K RT 04 RW 18 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap dan mengontrak rumah di Jl Brantas No 29 RT 03 RW 01 Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap diringkus tim Reskrim Polsek Cilacap Selatan, karena diduga melakukan penipuan dengan kedok arisan dan investasi online.

Sejumlah barang bukti terdiri 36 potong baju, 49 buah tas berbagai merk, hingga satu unit sepeda motor dan Mobil diamankan untuk proses lanjut."Awalnya dari bulan Januari 2021, korban Imas Destiana Khairunisa melihat di IG ada iklan Arisan Online Cilacap atau AOC dan investasi, karena tertarik sehingga menghubungi nomor HP atas nama tersangka yang tertera di iklan arisan itu lengkap dengan nomor rekening bank swasta atas nama tersangka pula,"ujar Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, Jumat (22/10/2021).

Sehingga sejak saat itu, korban Imas tergabung dalam arisan online dan investasi yang dikelola tersangka.Korban ikut arisan dengan nilai nominal List yang nilai setorannya dari Rp150.000 sampai dengan Rp190.000. Adapun sistem arisannya, korban akan mendapatkan nilai kelipatan, misalnya ikut arisan online dengan kode KL 7 JT /7 HR artinya pengikut arisan tersebut akan dapat Profit setelah 7 hari secara bergiliran sesuai dengan nomor list/urutan yang korban pilih. Sebelum tanggal keluarnya sudah diurutkan oleh owner dengan jumlah member/pengikut arisan sebanyak 42 orang,"lanjutnya.

"Kemudian korban sudah setor arisan tersebut sudah sejak 21 Januari 2021 sampai dengan 16 September 2021. Pada saat itu korban setor Rp 185.000 untuk arisan dengan system KL 7 JT /7 HR atau korban akan mendapatkan senilai Rp 7.000.000 per 7 hari sekali,"lanjutnya.

Karena korban mengaku sudah mendapatkan manfaat dari arisan online tersebut, sehingga korban ikut pula arisan dengan kode KL 10 JT /10 HR yang artinya pengikut arisan akan mendapatkan uang arisan setiap 10 hari sekali secara bergantian sesuai dengan nomor list/urutan yang dipilihnya.

"Untuk arisan yang kedua korban mengaku sudah mulai setor l5 April 2021 sampai dengan 2 September lalu, dengan nilai setoran Rp290.000. Pada saat itu, jumlah pengikut sebanyak 33 orang. Namun demikian, terkait arisan dengan kode KL 10 JT /10 HR tersebut, korban mengaku belum pernah mendapatkan uang arisan tersebut karena arisan tersebut diperkirakan akan selesai pada bulan Nopember 2021,"tutur Wakpolres.

Pada 16 September 2021, korban mengaku mendapatkan tawaran dari tersangka untuk mengikuti program investasi ONE PAY 1 JT dengan Kode KL176-18119/9 dengan iming-iming apabila nanti invest selanjutnya akan mendapatkan uang profit sebanyak 50 % selang 7 hari dan 8 hari dari uang investasi yang korban setorkan tersebut.

Tawaran tersangka yang menggiurkan itu menjadikan korban tertarik untuk berinvestasi. Pada 18 September 2021, korban telah menyetor uang investasi ke rekening bank tersangka sebesar Rp2.400.000, dengan harapan setiap 7 hari, secara bergantian sesuai dengan list/urutan, korban akan mendapatkan uang profit dan modal awal sebesar Rp6.500.000.

Kemudian pada 19 September 2021, korban setor uang investasi lagi ke tersangka sebesar Rp2.250.000, yang nantinya setelah 8 hari secara bergantian sesuai dengan list/urutan, korban akan mendapatkan uang profit dan modal awal sebesar Rp5.250.000.

Diluar dugaan, pada 22 September 2021 tersangka menyatakan bahwa akun Arisan Online Cilacap (AOC) dinyatakan ditutup. Kondisi itu membuat korban shock, dan bersama suaminya berusaha menghubungi HP milik tersangka, namun diketahui sudah tidak aktif lagi. Kemudian korban berusaha mencari tersangka ke rumah kontrakannya di Jl Brantas dan ternyata sudah tidak ada.

Menyadari jika dirinya menjadi korban penipuan dengan kedok airsan online dan investasi bodong melapor ke Polsek Cilacap Selatan. "Korban mengaku mengalami kerugihan sebesar Rp14.980.000 dari arisan online dan invastasi bodong tersebut,"katanya.

Menindaklanjuti laporan korban, tim reskrim gabungan Polsek Cilacap Selatan dan Polres Cilacap berhasil mengendus tempat persembunyian tersangka. Sehingga tersangka dengan mudah ditangkap di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap.

Dari hasil laporan para korban ke Polsek Cilacap Selatan dan Polres Cilacap, ada sekitar 34 orang yang melapor. Namun dari pengakuan tersangka jumlah korbannya mencapai 300 orang dari berbagai daerah dengan nilai uang yang disetorkan mencapai Rp 600 juta lebih.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka PTP akan dijerat Pasal 378 KUHP Jo Pasal 65 KUHP dan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 65 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun. (Otu)

Credits

Bagikan