Masih Ada Penolakan Vaksinasi Covid-19, DKK Sukoharjo Gencar Sosialisasi

user
danar 21 Oktober 2021, 23:10 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Penolakan vaksinasi virus Corona ditemukan disejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Penyebab penolakan salah satunya karena faktor terpengaruh informasi tidak benar atau hoax. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo langsung bergerak cepat memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat sasaran vaksinasi virus Corona.

Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Kamis (21/10/2021) mengatakan, ada sekitar 1 hingga 2 persen dari jumlah sasaran vaksinasi virus Corona di Kabupaten Sukoharjo menolak divaksin. Temuan penolakan tersebut didapati DKK Sukoharjo disejumlah wilayah meliputi Kecamatan Mojolaban, Tawangsari, Polokarto, Weru dan Sukoharjo.

Penolakan ditemukan saat petugas melakukan vaksinasi virus Corona di wilayah tersebut. Masyarakat yang masuk dalam data sasaran vaksinasi virus Corona menolak divaksin. Penolakan datang dari kelompok atau komunitas tertentu. Sebaran penolakan merata di setiap kecamatan. Jumlah sasaran yang menolak divaksin juga bervariasi di masing-masing wilayah.

Yunia mencontohkan seperti di wilayah Kecamatan Sukoharjo penolakan vaksinasi virus Corona ditemukan dibeberapa titik. Tiap titik diperkirakan ada 100 hingga 200 orang sasaran menolak vaksinasi virus Corona.

"Total ada 300-an dan jumlah yang menolak vaksinasi virus Corona rata-rata sama di setiap kecamatan," ujarnya.

DKK Sukoharjo berusaha mengatasi masalah penolakan vaksinasi virus Corona tersebut. Petugas terus melakukan pendekatan serta edukasi pada kelompok atau komunitas yang menolak divaksin dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sosialisasi dan edukasi tersebut petugas baik tenaga kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama menekankan tentang pentingnya vaksinasi virus Corona. Sebab kondisi saat ini masih pandemi virus Corona. Vaksinasi virus Corona diharapkan bisa menekan kasus penyebaran virus Corona sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat.

Hasil sosialisasi dan edukasi yang dilakukan petugas tersebut telah berhasil. Masyarakat sasaran yang sebelumnya menolak vaksinasi virus Corona akhirnya bersedia menerima vaksin. Hal tersebut seperti ditemukan di wilayah Kecamatan Kartasura, Grogol dan Tawangsari.

"Ada beberapa masyarakat sasaran menolak vaksinasi virus Corona karena terpengaruh informasi tidak benar atau hoax. Setelah mendapat penjelasan dalam sosialisasi dan edukasi dari petugas akhirnya masyarakat sasaran tersebut bersedia mengikuti vaksinasi virus Corona," lanjutnya.

DKK Sukoharjo berharap masyarakat sasaran vaksinasi virus Corona tidak lagi melakukan penolakan. Sebab vaksin virus Corona sangat penting. Petugas juga berharap vaksinasi virus Corona bisa terus berjalan terhadap semua sasaran.

"Percepatan vaksinasi virus Corona terus dilakukan. Informasi yang tidak benar atau hoax terus diminimalisir. Petugas gencar sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya vaksin virus Corona," lanjutnya.

Yunia Wahdiyati mengatakan, pelayanan vaksinasi virus Corona selama ini sudah rutin dilaksanakan pada pagi hingga siang hari. Kegiatan digelar disejumlah tempat secara merata disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Namun pada pelaksanaan vaksinasi virus Corona tersebut ada masukan dari masyarakat kepada DKK Sukoharjo dimana warga mengalami kesulitan datang saat pagi hingga siang hari karena bekerja.

Warga meminta pada DKK Sukoharjo agar membuka pelayanan vaksinasi virus Corona malam hari. Pilihan waktu tersebut karena warga sudah berada di rumah. Permintaan tersebut kemudian dipenuhi DKK Sukoharjo dengan membuka pelayanan. Vaksinasi virus Corona dibuka di kantor DKK Sukoharjo.

Masyarakat yang ingin meminta pelayanan vaksinasi virus Corona di kantor DKK Sukoharjo cukup datang dan membawa identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pelayanan dibuka setiap hari dengan sasaran warga asal Sukoharjo dan luar daerah. DKK Sukoharjo menyediakan sebanyak 200 dosis vaksin virus Corona untuk masyarakat.

"Vaksinasi virus Corona dibuka saat malam hari untuk menjangkau sasaran yang tidak bisa hadir pada jadwal yang ditentukan saat pagi atau siang hari," ujarnya.

Vaksinasi virus Corona saat malam hari dibuka DKK Sukoharjo untuk dosis pertama. Hal ini dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi virus Corona dan meningkatkan angka capaian. Pelayanan dibuka mulai pukul 19.00-20.00 WIB.

"Jenis vaksin yang diberikan pada warga disesuaikan dengan ketersediaan yang dimiliki daerah," lanjutnya.

Yunia menjelaskan, vaksinasi virus Corona saat malam hari dilakukan sesuai dengan prosedur pada umumnya. Warga yang datang tetap wajib menjalani pemeriksaan kesehatan. Apabila lolos skrining maka bisa mendapat vaksin virus Corona. Begitupula sebaliknya bila sakit maka tidak boleh dipaksakan. (Mam)

Credits

Bagikan