Anggota KSP Sejahtera Bersama Meradang, Uang Rp 8,878 Triliun Terancam Hilang

user
Ary B Prass 20 Oktober 2021, 19:17 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Puluhan warga dari DIY, Semarang, Kudus, Solo, Klaten dan Indramayu yang menjadi anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama, meradang. Mereka terancam kehilangan uang yang disimpan di koperasi tersebut karena situasi tak menyenangkan yang dihadapi.

Aritonang, Koordinator Tim Pencari Fakta Korban Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama DIY mengatakan ada 60 orang di Yogyakarta yang menyampaikan aspirasi menuntut pencarian dana yang tertahan di koperasi. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya mulai mendatangi kantor koperasi, Ombudsman RI hingga ke kediaman pengurus koperasi, namun tak kunjung menemui jalan terang.

“Malah ada kami korban digugat balik, itu Ibu Yekti Khasanah yang simpanannya sampai angka miliar Rupiah malah digugat balik. Di DIY ada total 10 ribu anggota yang nilai simpanannya Rp 700-800 miliar. Sampai saat ini kita tidak tahu uang itu aman atau tidak. Ternyata, di akhir-akhir ini kita coba cek ke cabang dan minta printout. Tabungan yang ada misalnya Rp 100 juta hanya ada saldo Rp 20 ribu yang katanya ditransfer ke rekening koran PKPU,” ungkapnya pada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Rahmad Raja Jaya, Ketua Forum Komunikasi Anggota KSP Sejahtera Bersama, mengatakan uangnya sejumlah Rp 200 juta sampai saat ini masih tertahan tak jelas di sana. Secara keseluruhan terdapat 58 ribu anggota terverifikasi data PKPU dengan total dana Rp 8,878 triliun.

“Kami sudah berkirim surat tiga kali ke Kementrian Koperasi, Ombudsman RI dan semuanya tidak ditanggapi. Ini yang sangat kami sesalkan, mengapa demikian. Kami hanya ingin meminta uang kami kembali,” keluhnya.

Bernardus Budi Waluyo, mantan Marketing Pemasaran Simpanan KSP-SB mengaku sejak April 2020 ia bersama kolega sudah berupaya menemui pengurus di kantor pusat Bogor namun begitu sulit terlaksana. Situasi gagal bayar yang mulai terjadi sejak April 2020 tak dipungkiri membuat anggota mengalami kondisi kehidupan tidak menentu.

“Banyak pergolakan terjadi kemudian, alasan dari Ketua Pengawas Iwan Setiawan karena seluruh properti tidak bisa jalan menghasilkan keuntungan. Itu dijelaskan lewat live instagram. Tahu-tahu muncul verifikasi tagihan PKPU menyebutkan menyebutkan kreditur konkret konkuren terverifikasi 58.825 orang, total tagihannya Rp 8,878 triliun.

“Namun menurut laporan pertanggungjawaban pengurus total anggota 181.072 orang, total aset KSP-SB Rp 2,35 triliun. Total pinjaman anggota Rp 1,62 triliun. Ada indikasi terjadi manipulasi data keuangan karena perbedaan sangat mencolok,” tegasnya.

Sementara, Margaretha Diana, salah korban KSP-SB, menyampaikan pihaknya bersiap meminta bantuan ke anggota DPD RI, GKR Hemas dan Gus Hilmi. Para anggota juga bersiap ke Ombudsman RI Perwakilan DIY juga bertemu Gubernur DIY untuk koordinasi dengan Menkop dan Presiden RI.

“Kami berharap ada solusi, uang kami bisa kembali. Bagaimanapun ini kehidupan kami, kami ingin ada kejelasan,” harapnya. (Fxh)

Credits

Bagikan