Kunjungi PLTP Dieng, Menteri BPN/Bappenas Dorong Pemanfaatan Energi Panas Bumi

user
Ary B Prass 19 Oktober 2021, 10:47 WIB
untitled

BANJARNEGARA, KRJOGJA.com- Pemanfaatan energi panas bumi yang merupakan energi ramah lingkungan atau energi hijau menjadi tenaga listrik seperti dilakukan oleh PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa Unit Dieng, diharapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, terlaksana lebih banyak lagi.

"Energi ramah lingkungan atau energi hijau sudah menjadi keniscayaan yang tidak bisa kita hindari," kata Suharso Monoarfa saat melakukan kunjungan kerja ke GeoDipa Unit Dieng, Minggu (17/10/2021). Kedatangan Suharso Monoarfa diterima oleh Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim bersama pelaksana harian Bupati Banjarnegara Syamsudin dan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

GeoDipa Dieng kini mengelola PLTP Dieng Unit 1 (berkapasitas terpasang 60 MW), PLTP Small Scale Dieng (10 MW) dan sedang menangani pembangunan proyek PLTP Dieng Unit 2 (55 MW). Sedangkan potensi energi panas bumi di pegunungan Dieng diperkirakan mencapai 400 MW.

Menurut Suharso Monoarfa, kini banyak negara mencanangkan penggunaan sumber energi baru terbarukan menjadi listrik. Sebab, energi ini tidak hanya bersih tetapi membawa ketahanan dan kemandirian energi secara nasional. "Negara-negara di Eropa saat ini sudah menetapkan Net Zero Emission dan mulai menghentikan sebagian pembangkit listrik yang tidak menggunakan sumber energi baru terbarukan," ujarnya.

Suharso Monoarfa menambahkan, potensi panas bumi di Indonesia luar biasa besar. Diperlukan penguasaan terhadap teknologi terkait industri rekayasa secara mendalam, agar penguasaan terhadap sumber daya yang dimiliki dapat dilakukan secara utuh, efektif dan efisien.

Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim, berterimakasih atas dukungan Menteri PPN terhadap pengembangan pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

"GeoDipa sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan, serta satu-satunya Badan Usaha Milik Negara  yang fokus di sektor panas bumi, siap untuk menjalankan berbagai penugasan yang diberikan pemerintah untuk mendorong percepatan pemanfaatan panas bumi secara eksponential sebagai sumber energi listrik untuk ketahanan dan kemadirian energi secara nasional," katanya.

Riki Firmandha Ibrahim juga menyatakan sangat mendukung visi Indonesia di tahun 2045 Indonesia harus menjadi Geothermal Center of Excellence, karena energi panas bumi sangat mungkin menggantikan penggunaan batubara menjadi listrik dan pada tahun 2060 Indonesia dapat memenuhi target Net Zero Emission (NZE).

Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin, mendukung penuh rencana pengembangan poteni energi panas bumi di Dieng oleh GeoDipa. Apalagi sludge sumur panas bumi Dieng memberikan nilai Lithium yang tinggi dan dapat untuk penggunaan batterei.

"Support kami tidak diragukan untuk GeoDipa, apa yang dihasilkan oleh GeoDipa itu merupakan bagian nafas bagi masyarakat Banjarnegara. Tentu ketika melakukan pengembangan ke unit selanjutnya, semakin besar harapan kami untuk kesejahteraan masyarakat," katanya. (Mad) 

Credits

Bagikan