Kesembuhan Bertambah, Sepekan Terakhir Nol Kasus Meninggal Corona

user
agus 18 Oktober 2021, 22:11 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRjogja.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo dalam sepekan terakhir tidak menemukan kasus meninggal dunia positif virus Corona atau nol kasus. Petugas justru mencatat ada penambahan sebanyak 75 kasus sembuh yang angkanya terus bertambah. Dibanding dengan minggu sebelumnya angka kematian tetap pada angka 9,1 persen dan kesembuhan mengalami kenaikan 90,8 persen.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Senin (18/10) mengatakan, perkembangan data mingguan diketahui jumlah kasus kumulatif virus Corona sampai dengan 17 Oktober 2021 yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 16.034 kasus. Rinciannya, jumlah kasus ditemukan dengan gejala sebanyak 10.807 kasus atau bertambah 46 kasus. Jumlah kasus aktif 13 kasus terdiri dari rawat inap 6 kasus dan isolasi mandiri 7 kasus. Jumlah meninggal 1.366 kasus dan tidak ada penambahan. Jumlah sembuh 9.428 kasus atau bertambah 52 kasus.

Kasus positif virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 4.212 kasus atau bertambah 15 kasus. Jumlah kasus aktif 6 kasus yang semuanya menjalani isolasi mandiri. Jumlah sembuh 4.206 kasus atau bertambah 23 kasus.

Suspek jumlah ditemukan 1.015 kasus atau tidak ada penambahan kasus, jumlah kasus aktif 4 kasus yang semuanya menjalani rawat inap di rumah sakit. Jumlah meninggal 27 kasus, jumlah selesai isolasi 984 kasus. Bukan virus Corona 781 kasus dengan penjelasan jumlah hasil swab negatif 773 kasus dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 kasus.

Kontak erat jumlah ditemukan 26.351 kasus, isolasi mandiri 53 kasus dan selesai pemantauan 26.320 kasus. Berdasarkan kelompok umur kasus tertinggi pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 9.287 kasus atau 61,8 persen. Sedangkan pada usia rawan ada 73 kasus pada bayi 0,5 persen, 332 kasus balita atau 2,2 persen, 952 kasus anak-anak atau 6,3 persen dan 2.280 kasus lansia atau 15,2 persen.

Dilihat dari jenis kelamin kasus positif virus Corona pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Pada perempuan sebanyak 7.930 kasus atau 52,8 persen. Sedangkan pada laki-laki sebanyak 7.089 kasus atau 47,2 persen.

Jumlah kasus positif virus Corona meninggal dunia sebanyak 1.366 kasus atau 9,1 persen. Rinciannya terdiri dari 662 kasus dari 2.280 kasus atau 29,0 persen pada usia diatas 60 tahun atau usia lanjut. Sedangkan pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 695 kasus dari 9.287 kasus atau 7,5 persen terdapat 8 kasus kematian pada usia remaja dari 2.095 kasus atau 0,4 persen dan 1 kasus dari 952 kasus atau 0,1 persen pada usia anak.

Jumlah penderita virus Corona yang telah sembuh sebanyak 13.634 kasus. Angka kesembuhan mencapai 90,8 persen. Angka kesembuhan tertinggi pada usia bayi dan balita sebesar 100 persen, disusul usia remaja sebanyak 99,6 persen dan terendah angka kesembuhan pada usia lanjut sebesar 70,9 persen.

"Dibanding dengan minggu sebelumnya angka kematian tetap pada angka 9,1 persen dan kesembuhan mengalami kenaikan 90,8 persen," ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat hingga pekan ketiga Oktober 2021 Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona kuning atau tingkat risiko penyebaran virus Corona rendah.

"Kabupaten Sukoharjo masih berstatus zona kuning atau tingkat penyebaran virus Corona rendah," lanjutnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berharap status zona Kabupaten Sukoharjo tidak mengalami kenaikan lagi dan tetap bertahan kuning. Namun demikian usaha terus dilakukan untuk menekan angka kasus positif virus Corona dengan harapan bisa menurunkan status menjadi zona hijau.

"Masyarakat tetap diminta mematuhi protokol kesehatan karena masih pandemi virus Corona. Usaha menekan kasus terus dilakukan untuk menurunkan status menjadi zona hijau," lanjutnya.

Status zona Kabupaten Sukoharjo dilihat dari peta zonasi risiko dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan tersebut adalah indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan.

Berdasarkan indikator tersebut diketahui ada penurunan status dari sebelumnya zona oranye menjadi kuning. Penurunan tersebut disebabkan karena adanya penurunan kasus positif virus Corona. Kondisi tersebut sangat melegakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mengingat sebelumnya status Kabupaten Sukoharjo sempat naik menjadi zona oranye.

Sementara pemerintah telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 1 November 2021 untuk Jawa dan Bali, dan sampai 8 November 2021 di wilayah luar Jawa Bali. Meski situasi pandemi COVID-19 masih terkendali, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM, termasuk dalam penentuan level kabupaten kota.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Senin (19/10/2021). Ia juga menyebutkan bahwa kasus konfirmasi harian yang rendah turut membuat kasus aktif nasional dan di Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan.

Kasus konfirmasi di Indonesia dan di Jawa-Bali masing-masing tercatat telah turun hingga 99% dari level tertinggi pada 15 Juli 2021. Kini, hanya tersisa kurang dari 20.000 kasus aktif secara nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa dan Bali.

Situasi yang terus membaik ini juga tercermin dari penurunan kasus kematian di beberapa provinsi di Jawa dan Bali yang bahkan telah mencapai nol kematian akibat COVID-19.

“Tingkat kematian yang rendah dapat dijaga bila diiringi dengan peningkatan capaian vaksinasi lansia di Jawa dan Bali yang terus meningkat. Hal ini sejalan dengan kebijakan menjadikan cakupan vaksinasi lansia sebagai salah satu asesmen untuk penurunan level PPKM suatu wilayah,” ungkap Menkominfo Johnny. (Mam/Git)

Credits

Bagikan