Pengungkapan Kasus Pengrusakan Pabrik Tekstil di Pekalongan Bukan Kriminalisasi

user
Ary B Prass 17 Oktober 2021, 19:37 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com- Penanganan kasus dua pemuda MA dan KU yang disangka melakukan aksi pengerusakan sebuah pabrik tekstil di Pekalongan tidak rekayasa,tetapi  murnil tindak pidana.

"Kami tegaskan  tidak ada kriminalisasi dalam perkara ini", ungkap Kapolda Jateng melalui Kabid Humasnya Kombes Pol Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Minggu (17/10/2021) menanggapi tuduhan yang dihembuskan LBH Semarang.

Kombes M Iqbal menuturkan kronologi kasus pengrusakan itu bermula dari sejumlah orang yang masuk secara paksa  ke lingkungan pabrik PT Panggung Jaya Indah Textil, Pekalongan. Mereka ingin ketemu dengan dua pimpinan pabrik Hamzah dan Agung.

"Karena tidak sabar, mereka kemudian masuk ke ruang boiler pabrik dan meminta mesin dimatikan. Operator boiler  kemudian minta petunjuk supervisornya. Kemudian supervisor tidak berani memutuskan dan lapor pimpinan pabrik", jelasnya.

Pada situasi itulah, tambah Iqbal, dua orang berinisial MA dan KU mengambil bongkahan batu bara kemudian melempar kaca panel elektrik boiler dan dinding sampingnya sehingga pecah.

"Jadi kejadiannya murni pengrusakan sesuai pasal 170 ayat 1 KUHP," jelas Kabidhumas.

Ia menjelaskan hak hak tersangka pun sudah di gunakan untuk mem praperadilan-kan Polri dalam kasus ini. Buktinya, putusan hakim menolak gugatan dan memutuskan sah tindakan penyidik, dalam artian tidak ada kesalahan prosedur",jelasnya

Iqbal menegaskan setiap perkara harus dilihat secara detil serta obyektif dan semua yang dijalankan Polres setempat sudah sesuai dengan KUHAP maupun KUHP.

"Jadi, kembali kami tegaskan lagi tidak ada kriminalisasi dalam perkara ini. Tuduhan kriminalisasi,  kami nilai kurang pas. Silahkan lihat kasusnya secara detil dan jangan menggiring opini publik seolah ada kriminalisasi," tuturnya.

Sementara itu  berkas perkara penyidikan melibatkan KU dan MA sudah dinyatakan lengkap P21 oleh jaksa dan tahap dua-nya segera diserahkan ke kejaksaan, Selasa (19/10/2021) untuk disidangkan. (Cry)

Credits

Bagikan