Jumarin Resmikan Gedung SD Muhammadiyah Mirisewu

user
Ary B Prass 17 Oktober 2021, 18:27 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulonprogo Dr HM Jumarin SPd menyampaikan kecemburuan terhadap prestasi jajaran pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lendah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ngentakrejo, Kepala Sekolah, guru dan panitia pembangunan gedung SD Muhammadiyah Mirisewu Ngentakrejo, Lendah. Lantaran hanya dalam waktu satu setengah tahun mereka sukses membangun gedung sekolah lantai dua yang cukup megah.

"Luar biasa cepatnya penyelesaian pembangunan gedung SD ini. Kami PDM membangun masjid dan gedung dakwah di Kalurahan Triharjo belum juga selesai," katanya saat meresmikan gedung SD Muhammadiyah Mirisewu, Ngentakrejo, Lendah, kemarin.

Dana terbesar pembangunan gedung SD Muh Mirisewu dari donatur keluarga Ahmad Djoeahir (almarhum) Rp 1 miliar diharapkan bermanfaat dan membawa keberkahan khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul baik dibidang moral, intelektual maupun keterampilan.

"Khususnya dalam menyiapkan kader-kader bangsa dan perserikatan Muhammadiyah. PDM Kulonprogo berharap SD Muh Mirisewu jadi sekolah unggulan di tingkat Kapanewon Lendah bahkan Nasional," ujarnya.

Kasek SD Muh Mirisewu, Ngadiman SPd didampingi Ketua panitia pembangunan gedung, Nurul Wachid mengungkapkan, sekolah dengan visi 'terbentuknya peserta didik yang berkualitas, unggul dan Islami' tersebut berdiri 1959 silam dan hingga 2018 bangunannya sangat sederhana dengan jumlah ruangan enam kelas plus ruang kasek dan guru.

"Sejak saya di sini 2018, ternyata setiap tahun animo orang tua memasukkan anaknya di sekolah ini terus meningkat. Sehingga saya berinisiatif mengajukan izin penambahan rombel ke Dinas Pendidikan, kemudian dibentuk panitia pembangunan gedung," tuturnya, Minggu (17/10/2021).

Di tengah minimnya dana pembangunan hanya ratusan juta, tiba-tiba ada donatur. Dra Hj Surati Ahmad Djoeahir membantu Rp 1 miliar untuk pembangunan SD Muhammadiyah Mirisewu. Saat ini sekolah tersebut memiliki sembilan kelas. Siswa kelas 1, 2 dan 3 sudah paralel masing-masing kelas dua ruangan. Untuk kelas 4, 5 dan 6 belum paralel atau masing-masing masih satu kelas. (Rul)

Credits

Bagikan