Tanaman Varietas Lokal Butuh Proteksi

user
Ary B Prass 17 Oktober 2021, 17:47 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com- Pemkab Karanganyar diminta segera mendaftarkan sejumlah tanaman varietas lokal ke Kementerian Pertanian.

Tujuannya agar varietas-varietas lokal tersebut tidak hilang dari Karanganyar.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Balitbang Kesehatan Kementerian Kesehatan yang berada di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar menyarankannya saat menggelar Advokasi Rekomendasi Kebijakan Pendaftaran Varietas Lokal Stevia Karanganyar di Ruang Anthurium Rumah Bupati Karanganyar, Jumat (15/10/2021).

Stevia dimanfaatkan daunnya yang manis sebagai pengganti gula tebu.

B2P2TOOT merekomendasikan agar Stevia (Stevia Reboudiana) didaftarkan sebagai varietas lokal ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) serta melakukan pengelolaan dan pemeliharaan varietas lokal Stevia.

‘’Pemkab agar juga memberikan pendampingan ke petani untuk dapat meningkatkan produktifitas Stevia serta memberi fasilitasi penguatan kelembagaan bagi petani Stevia,’’ terang Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu.

Disampaikannya, berdasarkan survei ke supplier, budidaya stevia di Karanganyar dilakukan di Desa Kalisoro serta Nglurah, Kecamatan Tawangmangu dengan luas lahan 300-2000 meter persegi per petani.

Sementara jumlah petani yang menyetorkan hasil panen kepada supplier ada 6-10 petani dengan jumlah stevia yang disetorkan 5-300 kg per petani sesuai luas lahan serta musim.

"Harga steva dari petani Rp 12.000 – Rp 18.000/kg herbal kering. Konsumen stevia antara lain industri farmasi,obat tradisional serta UMKM,’’ kata Akhmad Saikhu.

Akhmad Saikhu menambahkan, pihaknya memperoleh informasi yang menyatakan stevia sebagai varietas lokal telah dibudidayaan di daerah lain. Hal ini berpotensi terjadi degradasi dan hilangnya varietas lokal stevia.

“Informasi lokasi persebaran dan budidaya varietas lokal stevia di Kabupaten Karanganyar berada di Jawa Tengah di Wonogiri, Boyolali, dan Wonosobo. Jawa Timur ada di Malang,  Sumatera Barat di Padang dan Jawa Barat (Garut dan Sukabumi),

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta agar Dinas Pertanian memberi fasilitas pembentukan Gapoktan stevia.

‘’Stevia ini sudah ada di Karanganyar sudah lama sekali. Sehingga perlu dilindungi dan didaftarkan ke Kementerian Kesehatan. Setelah itu ,menyusul varietas-varietas lokal lain yang ada di Karanganyar juga kita dorong untuk didaftarkan,’’ terang bupati.

Informasi dari B2P2TOOT menyebutkan, sejumlah varietas lokal Karanganyar yang telah didaftarkan di PPVTPP adalah pisang, kopi, padi, dan ketela pohon.

Selain stevia, pihak B2P2TOOT juga merekomendasikan tanaman obat yang berpotensi untuk didaftarkan sebagai varietas lokal Karanganyar yaitu Iler, Daun Sendok, Artemisia, Johar, Rumput Bolong dan Menta. (Lim)

Credits

Bagikan