Dilakukan Pemeliharaan, Selokan Van Der Wijck Dimatikan 1 Bulan

user
danar 15 Oktober 2021, 14:10 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Selokan Van Der Wijck selama satu bulan dimatikan. Hal itu sudah disosialisasikan kepada petani maupun pembudidaya ikan yang terdampak. Tujuannya untuk dilakukan pemeliharaan di sepanjang Selokan Van Der Wijck, khususnya saluran yang bocor.

Pelaksana Kegiatan Jaringan Irgasi Van Der Wijck Yanuar Irawan menjelaskan, Selokan Van Der Wijck itu sudah dimatikan sejak 1 Oktober hingga 30 Oktober mendatang. Tentunya mematikan saluran irigasi itu sudah disosialisasikan kepada petani yang terdampak.

"Tahun kemarin juga telah kami matikan. Dan tahun ini juga dimatikan. Rencananya ini dilakukan setiap tahun sekali dengan dimatikan selama satu bulan," jelas Yanuar kepada KRJOGJA.com, Kamis (14/10/2021) malam.

Dikatakan, awalnya pematian saluran irigasi Van Der Wijck itu akan dilaksanakan setiap Agustus. Namun setelah koordinasi dengan para petani maupun pembudidaya ikan dan dinas terkait, akhirnya disepakati selokan Van Der Wijck dimatikan bulan Oktober.

"Pertimbangan dimatikan bulan Oktober itu mendekati musim penghujan. Bahkan pertengahan bulan ini, diperkirakan sudah mulai hujan. Supaya para petani tetap bisa mendapatkan air," katanya.

Menurutnya, selokan Van Der Wijck itu memang butuh diistirahatkan karena selama satu tahun sudah beroperasi secara penuh. Selama dimatikan ini dilakukan pemeliharaan dan perbaikan terhadap saluran yang rusak.

"Termasuk juga dilakukan pengamatan untuk melihat saluran yang rusak. Kalau ada yang rusak, nanti bisa kami usulkan untuk diperbaiki tahun depan," ujar Yanuar.

Dikatakan, matinya saluran Van Der Wijck ini ada lima kapanewon yang terdampak yakni Tempel, Minggir, Moyudan, Godean Sleman dan Sedayu Bantul. Saat ini memang masih ada petani yang tetap menanam padi dengan alasan sebentar lagi musim hujan.

"Memang ada petani yang memilih tidak menanam padi. Tapi ada juga yang nekat menanam karena sebentar lagi musim hujan sehingga tetap bisa mendapatkan air," terangnya. (Sni)

Credits

Bagikan