Antisipasi Klaster Baru di Yogya, Intensifkan Satgas Kalurahan

user
danar 15 Oktober 2021, 08:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, momentum libur hari besar nasional atau keagamaan sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata, termasuk melalui berbagai jalur alternatif karena ada kebijakan pembatasan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY untuk memastikan penegakan protokol kesehatan berjalan baik.

"Sampai saat ini baru ada tujuh destinasi wisata di DIY yang diizinkan buka oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena itu dukungan dan kerja sama pengelola wisata untuk memantau pergerakan wisatawan sangat dibutuhkan, terutama dalam melakukan pengawasan dan memastikan penegakan prokes," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad, Kamis (14/10/2021).

Noviar mengungkapkan, munculnya sejumlah klaster baru juga menjadi fokus perhatian Satpol PP DIY. Sebab hal itu menjadi indikator penegakan prokes belum baik di tengah kasus yang mulai melandai. Munculnya klaster baru itu harus ditangani serius. Salah satunya dengan meningkatkan peran Satgas Covid-19 Kalurahan atau RT/RW dalam memantau aktivitas warganya. Karena mereka yang lebih mengetahui kondisi lingkungan sekitarnya.

"Kasus yang mulai melandai jangan direspons dengan euforia oleh masyarakat. Apalagi sampai mengabaikan penegakan prokes. Saya minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan segala ketentuan dalam kebijakan PPKM. Begitu pula dengan Satgas Kalurahan atau RT/RW perlu memprioritaskan," tandasnya.

Menurut Kabag Humas Biro Umum, Humas dan Protokol (UHP) Setda DIY Ditya Nanaryo Aji, kasus konfirmasi positif harian Covid-19 di DIY bertambah 34 menjadi 155.419 kasus, Kamis (14/10/2021). Rerata kasus positif harian 0,48 persen dengan jumlah kasus aktif 718 kasus. Pasien sembuh bertambah 84 menjadi 149.472 kasus dan pasien meninggal bertambah satu kasus menjadi 5.229 kasus.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan, Pemerintah terus mempercepat vaksinasi bagi masyarakat lanjut usia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan tahun baru nanti.

"Vaksinasi tidak boleh mengendur. Justru saat kasus positif Covid-19 tengah rendah, vaksinasi harus ditingkatkan terutama bagi lansia dan kelompok rentan," ujarnya.

Dikatakan, fokus Pemerintah mempertahankan kasus aktif serendah mungkin dalam waktu yang lama dengan penurunan kasus yang konsisten. Pemerintah juga terus mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel di berbagai daerah di Indonesia.

Berdasarkan evaluasi PPKM secara periodik, lanjutnya, peningkatan kasus Covid-19 berpotensi terjadi setelah acara keagamaan atau liburan. "Hal ini karena mobilitas masyarakat meningkat tajam dan pergerakan massa yang signifikan tidak terelakkan," ujarnya.

Menkominfo memaparkan, Pemerintah juga telah menyiapkan strategi antisipasi Covid-19 menjelang libur Natal dan tahun baru, salah satunya dengan memastikan pelonggaran aktivitas diikuti pengendalian lapangan yang ketat. Hal ini akan diikuti percepatan vaksinasi lansia, terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.(Ria/Ira/San)

Credits

Bagikan