Jangan Andalkan Impor Pangan, Dorong Produksi Pertanian Dalam Negeri

user
agus 14 Oktober 2021, 09:45 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRjogja.com - Stakeholder pertanian didorong memaksimalkan produksi pangan dalam negeri. Dukungan pemerintah diperlukan menyuplai kebutuhannya, alih-alih mengandalkan impor.

"Jangan sampai andalkan impor pangan. Justru mengandalkan produksi dalam negeri. Dari sisi kebijakan hulu sampai hilir. Di hulu, bagaimana regulasi untuk meningkatkan produksi, pupuk yang dinikmati petani, penyediaan alsintan," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie OFP usai membuka training of trainer sekolah lapang pertanian modern sistem organik kelompok tani anggota klaster padi di Desa Karangbangun, Jumapolo, Rabu (13/10).

Dolfie mengatakan regulasi pertanian untuk manajemen hilir juga perlu diseriusi. Utamanya tata niaga beras. Dalam hal ini, petani seringkali mengeluhkan harga gabah jatuh saat panen. Menurutnya, petani butuh proteksi harga. "Pemerintah harus mengatur impor berasnya. Jangan impor saat musim panen. Itu membuat harga gabah jatuh. Yang terpenting jangan mendistorsi petani," katanya.

Sementara itu sekolah lapang diikuti 50 orang dari wilayah Jumantono, Jatipuro, Jumapolo dan Jatiyoso. Ini merupakan putaran ketiga setelah digelar di Matesih dan Kalijirak. Sekolah lapang yang berlangsung lima hari itu bertujuan melestarikan lingkungan dan merubah sistem pertanian dari kimia ke organik. Membudidayakan tanamannya sehat, dikonsumsi sehat dan berkualitas tinggi.

“Dengan sistem organik diharapkan dapat membuat tanaman mempunyai kualitas tinggi. Sehat untuk manusianya dan sehat juga untuk tanamannya,” papar Ketua AB2TI, Suwignyo.

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto menyambut baik Training of trainer di Jumapolo tersebut. Petani harus menambah ilmu pertanian dengan sistem organik. Diharapkan dengan sistem organik, petani lebih sejahtera lagi. Kegiatan ini juga mendorong untuk mencerdaskan para penyuluh pertanian dan kelompok tani, agar pola pikir dalam pembina petani lebih luas.

Rober memaparkan, kerja penyuluh saat ini bisa dikatakan masih konvensional. Sekarang ini inovasi harus dimiliki petugas lapangan. Tidak hanya duduk dan bertanya mau tanam benih apa, berapa luasan, pakai pupuk apa. “Namun, harus ada analisa untuk Pertanian dan bagaimana hasilnya. Kita juga harus mulai mengurangi pupuk kimia,” tuturnya. (Lim)

Credits

Bagikan