Bulog Kanwil Yogyakarta Optimalkan Pengadaan Beras dari Petani Lokal

user
danar 13 Oktober 2021, 22:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Kedu dan Banyumas memiliki stok bahan pangan dari setara beras baik beras Public Service Obligation (PSO) maupun beras komersial, gula pasir, minyak, daging kerbau dan tepung terigu. Ketersediaan stok komoditi bahan pangan tersebut dipastikan sangat mencukupi guna membantu ketahanan pangan masyarakat DIY di masa pandemi Covid-19.

Kepala Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Kedu dan Banyumas Juaheni mengatakan total stok komoditi bahan pangan setara beras yang dimiliki 47.250 ton hingga 13 Oktober 2021. Ketersediaan stok serata beras tersebut sangat mencukupi guna membantu ketahanan pangan masyarakat, termasuk dalam program bantuan sosial (bansos) yang disalurkan sebagai dampak PPKM di DIY.

"Stok setara beras yang dimiliki tersebut masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat DIY setidaknya empat hingga lima bulan kedepan. Kita pun terus berupaya menyerap gabah atau setara beras seoptimal mungkin dari petani di wilayah DIY, Kedu dan Banyumas pada saat musim panen yang masih berlangsung sporadis hingga saat ini," tuturnya di Yogyakarta, Rabu (13/10/2021).

Juaheni menyatakan dengan serapan yang tinggi ini, Bulog tentu bisa menjaga ketersediaan bahan pangan masyarakat, terutama di wilayah kerja Bulog Kanwil Yogyakarta, Kedua dan Banyumas. Persediaan komoditi bahan pangan di Perum Bulog Kanwil Yogyakarta lainnya yaitu gula pasir sebanyak 312 ton, minyak goreng sebanyak 18.720 liter, tepung terigu 4 ton dan daging kerbau beku 18 ton.

"Jika stok ketersediaan bahan pangan tersebut belum mencukupi, kami bisa langsung datangkan dari Jakarta. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir semuanya cukup dan aman," imbuh Juaheni.

Perum Bulog Kanwil Yogyakarta tengah mengoptimalkan pengadaan setara beras dari petani lokal supaya bisa memenuhi target pengadaan sebesar 74 ribu ton pada 2021 dari sentra produksi baik di Yogyakarta, Kedu dan Banyumas. Penyerapan gabah tersebut sudah mampu terealisasi sebanyak 47.542 to atau 64 persen dari target pengadaan tahun ini.

Pihaknya pun telah menerjunkan Satuan Kerja (Satker) Pengadaan Gabah atau Beras di wilayah kerja dan wajib membeli setara beras atau gabah dari petani lokal sesuai dengan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.(Ira)

Kredit

Bagikan