Bupati Bantul Kucurkan Dana Talangan Brambang Petani Nawungan

user
agus 12 Oktober 2021, 18:31 WIB
untitled

IMOGIRI, KRJogja. Com - Puluhan petani anggota  Kelompok Tani  Lestari Mulyo Dusun Nawungan 1 Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul bernapas lega. Ditengah ketidakjelasan pelunasan pembayaran oleh PT 3M sebagai pembeli. Pada Senin (11/10) malam, Bupati Bantul,  H Abdul Halim muslih rela merogoh koceknya secara pribadi Rp 153,3 juta untuk memberikan dana talangan. Langkah Abdul Halim merupakan bentuk kepedulian kepada rakyatnya. Kasus tersebut bermula ketika Mei 2021 petani Nawungan panen raya bawang merah. Kemudian datang PT 3M membeli hasil panen petani. Setelah bawang merah dibawa, ternyata ada puluhan petani belum menerima pembayaran.

Abdul Halim mengatakan, jika kasus gagal bayar itu sebagai musibah dan petani dan harus dibantu. "Kasus di Nawungan ini merupakan sebuah musibah, karena barang yang ada tidak terbayarkan.  Oleh karena itu kami selaku pemerintah  punya tanggungjawab moral untuk menyelesaikan setiap musibah yang dialami warga Bantul," jelas Halim didampingi Penewu Imogiri,  Slamet Santoso SIP MM. Penyerahan dana talangan dilakukan di aula SD Nawungan.

Halim menjelaskan,  dana talangan senilai Rp 151,3 juta rupiah merujuk besaran Break Event Point (BEP), petani Rp 6.700. Jumlah itu dihitung dari total bawang merah milik 27 petani sebanyak 22.580 kg. Pemberian dana talangan semata membantu petani. Kasus yang terjadi sangat membebani petani sehingga ada solusi.

"Saya memantau terus perkembangan kasus bawang merah ini. Ketika semakin tidak jelas, dalam situasi seperti ini saya harus turun tangan. Kemudian saya memutuskan memberi dana talangan dari kantong pribadi," ujarnya. Halim menyayangkan adanya pihak-pihak tertentu karena menganggap enteng masalah gagal bayar bawang merah di Nawungan. Menurut Halim,  dalam kasus seperti ini tidak ada skema penganggaran yang bisa digunakan sehingga tidak mungkin menggunakan dana APBD.

Selain itu,  pihak membeli dalam hal ini PT 3M sama sekali tidak ada sangkutpautnya dengan pemerintah. Halim menampik jika dirinya merekomendasi PT 3 M untuk melakukan transaksi dengan petani Nawungan. "Saya tegaskan, saya tidak pernah merekomendasi dan tidak pernah menyuruh orang yang bernama Sigit (Direktur PT 3M-red). Waktu itu ketika panen dia memang selalu 'ndepel-ndepel' saya biar bisa satu frame ketika difoto. Biar disangka temannya pak bupati. Jadi jangan mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan saya hanya karena sering foto dengan saya," tegas Halim.

Halim berpesan kepada petani agar lebih waspada dan berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli.  "Jangan sampai kasus brambang Nawungan terulang. Jangan mudah menyimpulkan dan percaya oknum yang mengaku-aku orangnya bupati. Nanti saya lagi yang kena, digoreng dipolitisir. Kan tidak mungkin ada orang nipu di sana sini, di pasar atau tempat lain lalu saya yang harus bertanggungjawab," ujarnya.

Dukuh Nawungan Jurianto mengapresiasi Abdul Halim Muslih yang sudah  meringangkan warganya. Dana talangan tersebut bisa mengobati kekecewaan  petani yang sudah menunggu lama  PT 3M yang tidak kunjung melunasi pembayaran.  Paling tidak, meskipun dana talangan tidak sebesar kesepakatan dengan PT 3M, namun dana segar dari Pak Halim secara pribadi bisa membuat petani kembali berproduksi.

"Pak Bupati Halim luar biasa secara pribadi membantu warga Nawungan,  benar-benar mengobati kekecewaan petani. Pak Halim Kami sangat berterimakasih, karena setiap Pak Sigit sebagai Direktur PT 3M kami kejar, hanya memberikan janji palsu," jelasnya.Yayasan Pusat Bantuan Hukum (PBH) Projotamansari sebagai kuasa hukum petani yakni Sigit Fajar Rahman SH M AP, Moh Budi Darma Prasetya SH,  Suyanto Siregar SH,  Noval Satriawan SH, M Choirul Huda SH MH serta Berkat SH. (Roy)

Credits

Bagikan