Tingkatkan Mutu Produksi, Pembatik Cap Temanggung Ikuti Sertifikasi Kompetensi

user
danar 10 Oktober 2021, 20:50 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Lembaga sertifikasi profesi batik menggelar uji sertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) khusus batik di Temanggung. Sebanyak 40 pembatik cap di kabupaten penghasil kopi dan tembakau itu mengikuti sertifikasi kompetensi.

Penanggung jawab Sertifikasi Kompetensi SDM Batik Rahayu Sulistyowati mengatakan sertifikasi kompetensi batik yang diselengarakan di Batik Rayikenes Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung ini khusus untuk skema tukang cap.

Dia mengatakan sebenarnya ada empat skema sertifikasi kompetensi batik, yakni pembatik tulis, tukang cap, tukang gambar, dan tukang pencelupan pewarna sintetis.

"Untuk Temanggung kali ini mengambil skema untuk tukang cap," katanya Minggu (10/10/2021).

Dia mengatakan kebetulan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik baru ada satu di Indonesia yang berkedudukan di Semarang.

"Tahun ini kami melakukan sertifikasi sebanyak 625 orang se-Indonesia. Karena situainya masih seperti ini, banyak daerah yang belum siap kaitannya dengan pandemi Covid-19," kata Rahayu yang juga Manajer Pemasaran Lembaga Sertifikasi Profesi Batik.

Dia mengatakan dengan kompetensi, diharapkan adanya suatu pengakuan. Pengakuan ini tidak hanya dari Temanggung tetapi secara nasional maupun internasional, karena sertifikat ini berlaku internasional.

"Kami hanya sebagai pelaksana, sedangkan yang menerbitkan sertifikat adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," katanya.

Dia menyampaikan batik sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia adalah kekayaan yang patut dijaga, terutama tidak sekadar produk batik, namun juga SDM batik.

Lembaga Sertifikasi Profesi Batik hadir di Indonesia dengan tujuan untuk memastikan dan memelihara kompetensi SDM batik melalui sertifikasi kompetensi.

Peserta sertifikasi kompetensi SDM Batik warga Kranggan, Temanggung, Erina menyambut gembira dengan penyelenggaraan sertifikasi ini karena tidak semua orang bisa memberikan ilmunya tanpa mereka memiliki dasar yang kompeten.

"Untuk bisa mengajar atau memberikan pelatihan harus mempunyai sertifikat mengajar, tidak hanya di batik tetapi di semua bidang harus bersertifikasi, " kata dia.

Hal itu katanya menandakan sesorang sudah kompeten, dinyatakan siap serta memiliki kemampuan untuk memberikan pelatihan atau membuat produk. (Osy)

Credits

Bagikan