Bangkitkan dan Pulihkan IKM, Disperindag DIY Upayakan Berbagai Solusi

user
Ary B Prass 10 Oktober 2021, 14:57 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pandemi Covid-19 telah berdampak pada penurunan aktivitas ekonomi dunia termasuk di DIY sejak awal pandemi hingga saat ini. Sektor industri pun terdampak pandemi tersebut. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus berupaya seoptimal mungkin mengambil berbagai solusi agar sektor industri di DIY segera bangkit dan pulih kembali.

Solusi yang digulirkan diantaranya peningkatan pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baik terkait dengan manajemen usaha, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, strategi pemasaran, serta standarisasi maupun sertifikasi guna meningkatkan daya saing.

Plt Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta mengatakan kesulitan bahan baku merupakan permasalah yang dihadapi IKM yang jumlahnya mendominasi sektor industri di DIY.  Selain itu, IKM dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat, sementara IKM masih memiliki berbagai keterbatasan dalam era perdagangan bebas saat ini.

" Bahan baku IKM tertentu belum dapat dipenuhi secara mandiri sehingga masih tergantung pasokan dari daerah lain dan negara lain. Adanya pembatasan impor bahan baku saat pandemi mengakibat terganggunya produktivitas IKM," katanya di Yogyakarta, Minggu (10/10/2021).

Aris menyampaikan penurunan permintaan produk industri DIY dari pasar domestik maupun global turut berdampak pada produktivitas pelaku usaha. Penurunan kunjungan wisatawan yang semula menjadi bagian pasar produk DIY menyebabkan penurunan permintaan akan produk DIY.  Ditambah penurunan pendapatan masyarakat global juga diduga menjadi penyebab penurunan permintaan tersebut.

" Kualitas sumber daya manusia (SDM) IKM dalam hal manajemen usaha, inovasi produk, akses pasar dan penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan. Pelaku usaha IKM memiliki keterbatasan mulai dari tingkat pendidikan, regenerasi yang kurang jalan dan kurangnya minat mengikuti perkembangan teknologi menjadi penyebabnya," tegasnya.

Asekda Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Setda DIY ini mengungkapkan penurunan modal akibat penurunan usaha yang merupakan dampak pandemi pun menjadi penyebabnya. Selanjutnya, standarisasi dan sertifikasi berbagai produk IKM DIY yang merupakan syarat menembus pasar global masih lemah.

" Mahalnya pemenuhan standard dan sertifikasi serta keterbatasan modal menjadi penyebabnya. Penurunan usaha saat pandemi menyebabkan semakin melemahnya modal IKM," tambah Aris.

Pengembangan IKM DIY sebenarnya didukung berbagai pemangku kepentingan. Namun dalam pelaksanaannya belum dapat terintegrasi secara optimal, sehingga kemitraan antara industri kecil dengan industri besar atau pemilik sumber permodalan masih perlu ditingkatkan.

Optimalisasi koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan dalam pemenuhan bahan baku yang dapat diproduksi sendiri serta dalam rangka peningkatan integrasi program penumbuhan IKM.

" Kami juga beruapaya meningkatkan fasilitasi temu kemitraan antara IKM dengan industri besar dan penyedia modal serta melakukan sosialisasi, pendampingan dan legalitas," pungkas Aris. (Ira)

Credits

Bagikan