Pelaksanaan Proyek PEN Wisata Harus Dikawal Tak Boleh Meleset

user
Ary B Prass 10 Oktober 2021, 14:07 WIB
untitled

PURWOKERTO, KRJOGJA.com- Proyek pekerjaan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata  di Baturraden  di Kabupaten Banyumas yang didanai dari pinjaman program pemulihan ekonomi nasional (PEN) pemerintah pusat harus diawasi dan dikawal

" Pekerjaan pekerjaan infrastruktur itu harus dikawal dan diawasi, dan jangan sampai meleset dari target waktu yang ditetapkan," pinta Ketua DPRD Banyumas dr Budhi Setiawan, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya proyak yang menggunakan dana pusat menyedot anggaran paling besar pada tahun ini. Jika sudah selesai juga harus segera dimanfaatkan tahun depan, mengingat program PEN ada konskwensi mengembalikan pinjaman pokok dan bunga.

Sehingga saat dikelola harus menghasilkan untuk pendapatan daerah, dan jangan sampai membebankan APBD Banyumas.

Dana yang digelontorkan PEN ini sangat besar sekitar Rp 183 miliar. "Saya minta pelaksanaan pekerjaaanya jangan sampai meleset,  tepat waktu akhir tahun,"  tegas dr Budhi Setiawan.

Bahkan untuk untuk melakukan pengawasan ketat dan pengecekan, pihaknya secara  berkala akan terjun ke  titik-titik lokasi yang sedang dibangun.

Dalam pengawasan proyek PEN tersebut ia akan  berpegang data yang lengkap, mulai siapa pelaksana pekerjaan, berapa anggaran, waktu pekerjaaan hingga bentuk fisiknya seperti apa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi mengatakan, pekerjaaan proyek ini mendapat perhatian yang lebih.

Semua potensi personil  diterjunkan untuk pendampingan dan pengawasan lapangan dalam sisi pelaksanaan konstruksi.

"Kita juga dibantu konsultan-konsultan pengawas, Untuk pelaksanaan kita juga didampingi dari Kejaksaan dan Polresta. Semua terjun karena PEN ini kan program nasional," jelasnya.

Menurutnya, dana PEN yang dikelola DPU untuk pariwisata ini juga tergolong paling besar, kendati yang bersumber dari APBD juga akan yang berskala besar, seperti pembangunan Masjid  Seribu Bulan Sabit dan  gedung DPRD yang didanai secara bertahap dan penyelesaian jembatan Pegalongan.

"Kalau yang kita kelola sekitar Rp 140 miliar, sisanya oleh OPD lain untuk pengembangan Taman Bale Kemambang Purwokerto," ujarnya.

Anggaran PEN yang dikeola DPU, terang Irawadi, untuk pembangunan menara pandang setinggi 99 meter di kawasan  kota baru Gerilya-Soedirman (Jl Prof Dr Ir Soekrano) sendiri menelan sekitar Rp 70 miliar. Masih di kawasan itu, sekitar Rp 40 miliar untuk pembangunan gedung seba guna dan area parkir yang luas dan sentra UMKM.

Kemudian sebanyak Rp 30 miliar untuk pengembangan kawasan wisata Baturraden, diluar pekerjaan di lokasi  Taman Botani.

"Untuk Baturraden, ini untuk pembangunan  kios-kios UMKM, pemanfaatan eks Hotel Indraprasta, pembangunan Masjid, ruang transit, pintu gerbang dan bukit bintang," terangnya.

Proyek di kawasan  wisata Baturraden untuk memaksimalkan potensi-potensi wisata yang belum dikembangkan, diluar objek wisata yang sudah ada. (Dri)

Credits

Bagikan